Sejarah Sepak Bola Italia Ascoli Calcio Serie B

Sejarah Sepak Bola Italia Ascoli Calcio Serie B

Sejarah Sepak Bola Italia Ascoli Calcio Serie B – Salah satu klub sepak bola yang terkenal di Italia adalah Ascoli Calcio. Italia memang mempunyai beberapa klub sepak bola ternama yang terkenal tidak hanya di Italia namun terkenal di berbagai negara lain. Klub sepak bola yang satu ini memang merupakan klub sepak bola yang paling berjaya di Italia. Bagi para penggemar tim sepak bola yang satu ini pastinya sudah tahu sejarah perjalanannya. Namun bagi anda yang penasaran dengan sejarah tim sepak bola Ascoli Calcio anda bisa menyimak penjelasannya di bawah ini. Di bawah ini akan dipaparkan mengenai berbagai informasi mengenai sejarah perjalanan klub sepak bola Ascoli Calcio serie B, kapasitas stadion, hingga seragam yang digunakannya dalam pertandingan.

Nama lengkap dari tim sepak bola ini adalah Ascoli Calcio 1898 SpA Serie B. Klub ini juga dikenal dengan dua julukan yakni Picchio dan Bianconeri. Picchio mempunyai arti sebagai burung pelatuk sedangkan Bianconeri adalah putih hitam. Memang jika diperhatikan salah satu seragam yang dimiliki klub sepak bola ini adalah berwarna hitam putih. Selain itu para penonton yang sering menghadiri pertandingannya juga menggunakan seragam hitam putih. Wajar saja jika klub sepak bola satu ini diberi julukan Bianconeri.

Sejarah berdirinya tim sepak bola ini dimulai dari tahun 1898. Pada tahun 1898 ini tim sepak bola Ascoli Calcio mulai mengikuti berbagai pertandingan sepak bola. Markas klub ini berada di Ascoli Piceno, Marche, Ascoli. Ascoli Calcio serie B ini tentunya menjadi lanjutannya dari Serie A. Beberapa pemain yang ada di Serie B ini juga pernah bermain di Serie A. Serie B ini di mulai sejak tahun 2002. Sedangkan untuk serie A dimulai pada tahun 1974 hingga 1992. Klub sepak bola ini dalam perjalanannya pernah melalukan pergantian hingga beberapa kali. Pada tahun 1898 klub ini bernama Candido Augusto Vecchi, pada tahun 1905 ganti menjadi Ascoli Vigor, sedangkan di tahun 1921 menjadi U.S Ascolana, di tahun 1945 menjadi A.S Ascoli, dan hingga sekarang klub ini bernama Ascoli Calcio serie B.

Klub sepak bola ini mempunyai stadion pribadinya dengan ukuran cukup besar. Stadion dengan kapasitas besar ini nyatanya mampu membuat setiap pertandingan di kandangnya ramai didatangi oleh para penonton. Kapasitas stadion yang dimiliki klub ini mampu menampung penonton hingga 28.430 orang. Stadion milik Ascoli Calcio ini bernama Stadion Cino e Lillo Del Duca. Stadion ini memang sangat besar dan sering digunakan untuk melangsungkan beberapa kali pertandingannya di dalam kandang sendiri. Di stadion inilah para penonton yang berasal dari anggota  datang dengan menggunakan seragam hitam putih ketika menyaksikan pertandingan klub Ascoli Calcio.

Klub sepak bola satu ini mempunyai berbagai hal menarik lainnya selain sejarah dan kapastitas stadionnya. Hal menarik klub sepak bola Ascoli Calcio lainnya adalah dari seragam yang dimilikinya. Klub sepak bola satu ini mempunyai tiga seragam kebanggaannya. Ketiga seragam ini selalu digunakan dalam melangsungkan berbagai pertandingan. Seperti halnya akan menggunakan seragam hitam putih ketika melangsungkan pertandingan di dalam kandang sendiri. Menggunakan seragam berwarna full hitam untuk melangsungkan pertandingan di kandang lawan. Sedangkan seragam berwarna full kuning untuk melangsungkan pertandingan di laga persahabatan. Itulah seragam yang dimiliki klub sepak bola ini yang mana selalu menjadi seragam kebanggaan tim sepak bola dari Italia tersebut.

Uncategorized

Trik Main Slot Gates Of Olympus Supaya Maxwin

ascolipicchio.com – Pakai kesempatan dengan bermain slot demo Gates of Olympus paling utama dulu buat menyadari syarat bawah, pola lambang maupun paytable. Dengan menaikkan ilmu lebih banyak berkenaan slot ini hingga kesempatan buat menang terhitung meningkat besar. Jadi ini ialah sesuatu keuntungan untuk para slot mania sanggup bermain demo slot Olympus ini. Kami terencana sediakan langkah bermain serta trick buat mendukung sahabat sekaligus biar maxwin. Berikut trick serta langkah main yang butuh Kamu mendengarkan serta pahami biar sanggup menang.

1. Pelajari tumbling, paytable, lambang serta fitur- fiturnya

Tumbling ataupun tumble merupakan fitur di mana lambang yang membentuk paduan menang bakal menghilang, biar lambang baru bakal jatuh ke zona yang kosong tersebut. Bila lambang baru lagi tercipta jadi lambang kemenangan, hingga pembayaran bakal tidak berubah- ubah bersinambung hingga tidak ada lagi lambang kemenangan yang tercipta. Paytable pada masing- masing masing- masing permainan slot berbeda- beda. Dalam permainan slot ini, Kamu sanggup mendapatkan kemenangan optimal hingga dengan 5000x taruhan Kamu. Total lambang yang ada di dalam slot Gates Of Olympus ini merupakan 9 lambang disempurnakan lagi lambang Scatter yang sanggup membagikan spin free hingga dengan 15x. Fitur pembelian spin free serta taruhan ganda ataupun ante ialah fitur terfavorit masing- masing masing- masing pemain. Sebab fitur ini sanggup membagikan kesempatan lebih besar lagi buat mendapatkan JACKPOT.

2. Membeli spin free buat memperbesar kesempatan menang

Kala di dalam permainan slot memiliki fitur spin free, hingga Kamu jangan melepas kesempatan ini. Sebab pembelian spin free sanggup membagikan Kamu kesempatan menang hingga dengan 100x taruhan Kamu. Setelah itu Kamu bakal lebih sering mendapatkan lambang pengali di dalam putaran spin free. Simbol pengali ataupun pengganda bakal jadi pengali kemenangan Kamu selama di dalam putaran free.

3. Pakai taruhan ganda ataupun ante pada waktu yang tepat

Taruhan ganda ataupun ante ini sanggup menaikkan kesempatan Kamu mendapatkan spin free. Dengan membayar lebih besar 25% dari taruhan, sahabat tidak bakal mulai rugi jikalau mendapatkan pembayarannya. Fitur ini terhitung memperbesar kesempatan pemain mendapatkan lambang Scatter.

4. Taktik Memancing Scatter biar sanggup freespin gratis

Tidak hanya pakai taruhan ganda ataupun ante buat memancing lambang Scatter. Para pemain terhitung sanggup pakai tehnik betting kecil tetapi agak lama biar lambang scatter sanggup timbul. Slot mania boleh pakai autospin serta spin kilat ataupun turbo buat mengirit waktu Kamu. Coba hingga dengan 50x spin kilat, buat memancing nampak lambang Scatter. Apabila udah nampak lebih dari satu kali, hingga saatnya Kamu menaikkan bettingan Kamu.

5. Menggunakan kabar bocoran jam main slot Olympus

Saat ini ini banyak sekali kabar bocoran jam main slot yang tersebar di dunia maya. Slot mania jangan hingga terperangkap dengan kabar yang tidak akurat. Coba pakai keyword ini pada google search serta seleksi web yang nampak di taman 1- 2 saja. Sebab pada taman ke- 3 umumnya, kabar bocoran abal- abal yang bakal keluar. Tetapi jikalau kabar bocoran memanglah tidak cocok buat Kamu, hingga abaikan saja. Main cocok dengan jam hoki Kamu sendiri. https://petroth.net/ https://sendmedeadflowers.com/ https://spyreviews.net/ https://sweetartichoke.com/ https://shlinux.com/ https://romanticaquatic.com https://kekbiasa.xyz/ https://jametkuproyxlim.shop/ https://jametmaxwin.shop/ https://jametmonsterid.shop/ https://jametpremier.shop/ https://jametprimer.shop https://jametpro.shop/ https://jametprogacor.shop/ https://jametproid.shop/ https://jametsensa.shop/ https://jametsultanvip.shop/ https://jametsultanwin.shop/ https://jametvipwin.shop/ https://onlinedistancelearningschools.com/ https://bestexpresspharmacy.com/ https://pharmacypoly.com/ https://plusmedshop.com/ https://parentingmiracles.net/ https://qqpanda88.com/ https://macosmonterey.com/
Menelusuri Prestasi Terbaru Ascoli Calcio di Seri B
Blog Informasi

Menelusuri Prestasi Terbaru Ascoli Calcio di Seri B

Seri B Italia, divisi kedua sepak bola Italia, selalu menjadi ajang yang menarik dan penuh persaingan sengit. Di antara tim-tim yang berjuang untuk mencapai promosi ke Serie A, Ascoli Calcio telah menjadi salah satu tim yang menarik perhatian dengan prestasi terbarunya di Seri B. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan dan prestasi terbaru Ascoli Calcio dalam kompetisi tersebut.

1. Sejarah Ascoli Calcio di Seri B: Fondasi Kesuksesan

Ascoli Calcio adalah klub sepak bola yang berbasis di kota Ascoli Piceno, Italia. Meskipun tidak sebesar klub-klub Serie A, Ascoli Calcio memiliki sejarah yang kaya dan telah menjadi peserta reguler di Seri B. Sejak didirikan pada tahun 1898, klub ini telah mengalami berbagai fase, termasuk periode sukses dan tantangan yang mewarnai keberadaannya di dunia sepak bola Italia.

2. Musim Terbaru: Performa Unggul di Papan Klasemen

Musim terbaru di Seri B telah menjadi babak baru bagi Ascoli Calcio. Tim ini berhasil menunjukkan performa yang konsisten dan unggul di papan klasemen, mengumpulkan sejumlah poin penting dalam pertandingan-pertandingan krusial. Kunci keberhasilan mereka terletak pada kombinasi antara kekompakan tim, strategi permainan yang matang, dan kontribusi gemilang dari para pemain inti.

3. Pemain Kunci: Bintang yang Membawa Kejayaan

Prestasi baik sebuah tim tidak lepas dari peran pemain kunci yang memiliki kontribusi besar dalam setiap pertandingan. Ascoli Calcio tidak kekurangan bintang-bintang yang mampu mengubah arah pertandingan. Dari lini belakang hingga lini depan, setiap posisi memiliki pemain andal yang menjadi tulang punggung keberhasilan tim.

Salah satu pemain yang patut mendapat sorotan adalah pencetak gol utama Ascoli Calcio. Dengan insting mencetak gol yang tajam dan kemampuan mengatur serangan, mereka menjadi faktor krusial dalam memastikan tim meraih kemenangan. Selain itu, penampilan gemilang dari kiper dan pertahanan solid juga telah menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan Ascoli Calcio.

4. Kehadiran Pelatih Berpengalaman

Di balik keberhasilan sebuah tim, peran pelatih sangat penting. Ascoli Calcio memiliki keuntungan memiliki pelatih berpengalaman yang mampu membimbing tim menuju jalur kesuksesan. Strategi taktis yang matang, penyesuaian cerdas selama pertandingan, dan kemampuan membaca situasi lapangan adalah beberapa kualitas yang membuat pelatih Ascoli Calcio menjadi sosok penting dalam perjalanan tim di Seri B.

Menelusuri Prestasi Terbaru Ascoli Calcio di Seri B

5. Kemenangan Kandang dan Tandang

Prestasi terbaru Ascoli Calcio juga tercermin dari konsistensi mereka baik di pertandingan kandang maupun tandang. Kemampuan untuk meraih poin di markas sendiri dan mendulang kemenangan di luar kandang adalah indikator penting dari kekuatan sejati sebuah tim. Ascoli Calcio telah menunjukkan mentalitas juara dengan meraih hasil positif di berbagai setting pertandingan.

6. Pencapaian dalam Piala dan Turnamen Tambahan

Selain tampil di Seri B, Ascoli Calcio juga dapat mengejar prestasi di berbagai turnamen dan piala tambahan. Keberhasilan melangkah jauh dalam turnamen ini tidak hanya menjadi peluang untuk meraih gelar, tetapi juga membuka pintu menuju visibilitas yang lebih besar bagi klub tersebut.

7. Keterlibatan Fans

Prestasi tim tidak hanya tercermin di atas lapangan, tetapi juga melalui keterlibatan dan dukungan suporter. Ascoli Calcio memiliki basis suporter yang setia,

yang selalu memberikan energi tambahan kepada timnya. Keberhasilan ini juga merupakan bukti bahwa hubungan antara tim dan suporter sangat penting dalam menciptakan atmosfer positif dan menggerakkan semangat juang tim.

8. Faktor Keberuntungan dan Cidera

Dalam dunia sepak bola, faktor keberuntungan dan cedera merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan sebuah tim. Ascoli Calcio telah menunjukkan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan ini. Manajemen tim yang adaptif dan reaksi cepat terhadap cedera pemain adalah kunci untuk memastikan bahwa performa tim tetap solid meskipun dihadapkan pada hambatan-hambatan tersebut.

9. Hubungan dengan Komunitas Lokal

Keberhasilan Ascoli Calcio juga tercermin dalam hubungannya dengan komunitas lokal. Melalui berbagai program sosial, kegiatan amal, dan interaksi langsung dengan penduduk setempat, klub ini berhasil membangun keterikatan yang kuat dengan masyarakat sekitar. Ini bukan hanya menciptakan dukungan tambahan, tetapi juga mengukuhkan posisi Ascoli Calcio sebagai bagian integral dari kehidupan komunitas.

10. Harapan dan Impian di Masa Depan

Sambil merayakan prestasi terbaru, Ascoli Calcio tentu memiliki harapan dan impian yang lebih besar di masa depan. Salah satu tujuan utama tentu saja adalah meraih promosi ke Serie A. Proses pembangunan dan peningkatan kualitas tim akan menjadi kunci untuk menjadikan impian ini menjadi kenyataan.

Sebagai peserta tetap di Seri B Italia, Ascoli Calcio telah menunjukkan dedikasinya untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Italia. Dengan performa terbarunya yang mengesankan, klub ini membawa kebanggaan bagi para suporter dan menyimpan potensi besar untuk mengukir sejarah lebih lanjut. Meskipun tantangan-tantangan mungkin muncul, Ascoli Calcio telah menunjukkan bahwa dengan semangat, keterampilan, dan dukungan yang tepat, setiap klub dapat mencapai puncak kesuksesan.

Strategi Ampuh untuk Menang di Permainan Slot Gacor Maxwin
slot online

Strategi Ampuh untuk Menang di Permainan Slot Gacor Maxwin

Strategi Ampuh untuk Menang di Permainan Slot Gacor Maxwin – Permainan slot online adalah salah satu bentuk hiburan yang populer di kalangan pecinta judi dan tak pernah kehilangan daya tariknya meskipun dimainkan berulang kali. Terdapat berbagai situs judi online yang menawarkan beragam jenis game slot dari penyedia terpercaya. Karena dilengkapi dengan tim terbaik dan teknologi modern, Anda dapat menikmati pengalaman bermain yang sempurna di slot online. Provider slot selalu beradaptasi dengan selera dan perkembangan i-gaming, memastikan kepuasan pemain slot. Jenis permainan slot gacor online selalu menawarkan nilai persentase RTP tinggi dan jumlah maxwin yang menggiurkan. Selain itu, rentang taruhan pada permainan slot online gacor cenderung mudah, yang membuat potensi penghasilan pasif menjadi sangat besar. Game slot juga menawarkan berbagai tema kisah dan tampilan visual yang menawan.

Sebelum memulai petualangan bermain slot gacor online, penting untuk memahami apa itu slot gacor online. Slot gacor merujuk pada jenis slot online yang memiliki tingkat kemenangan tinggi dan cenderung memberikan hadiah maksimal kepada pemain. Memahami karakteristik dan cara kerja slot gacor akan membantu Anda memaksimalkan peluang kemenangan.

Pahami aturan dan cara bermain slot dengan baik sebelum memulai permainan. Meskipun permainan slot tergolong sederhana, memahami bagaimana memasang taruhan, mengatur payline dan memicu fitur bonus akan membantu Anda memaksimalkan potensi kemenangan.

Mengetahui jenis-jenis permainan slot yang populer adalah kunci untuk meraih kemenangan. Ada tiga jenis permainan slot yang banyak diminati, yaitu slot klasik, slot video 3D dan slot progresif. Setiap jenis memiliki ciri khas dan tingkat kemenangan yang berbeda. Pilih jenis permainan yang sesuai dengan preferensi Anda dan kuasai strategi untuk memenangkannya.

Fitur-fitur penting dalam permainan slot seperti payline, freespins, simbol wild dan simbol scatter dapat membantu Anda meningkatkan peluang kemenangan. Manfaatkan dengan bijak setiap fitur yang disediakan oleh permainan slot untuk meraih kemenangan maksimal.

Return to Player (RTP) adalah persentase yang mengindikasikan seberapa besar pembayaran yang akan Anda terima dari permainan slot dalam jangka panjang. Pilih permainan dengan tingkat RTP yang tinggi untuk memaksimalkan peluang kemenangan Anda.

Penting untuk memiliki kendali yang baik atas modal Anda dan menerapkan manajemen risiko yang bijak. Tetapkan batas kekalahan dan kemenangan, serta tetap disiplin dalam mematuhi batasan yang telah ditetapkan. Jangan terburu-buru dan nikmati setiap putaran mesin slot dengan hati-hati.

Dengan mempertimbangkan dan menggabungkan strategi dan tips di atas, Anda dapat meningkatkan peluang kemenangan Anda dalam permainan slot gacor maxwin. Kuncinya adalah bermain dengan bijak, selalu terbuka untuk belajar dan nikmati pengalaman bermain slot dengan penuh kesenangan dan tantangan! Semoga keberuntungan selalu menyertai setiap putaran mesin slot Anda.

strategi-ampuh-untuk-menang-di-permainan-slot-gacor-maxwin
Menggali lebih dalam ke dalam strategi dan taktik untuk memenangkan permainan slot gacor maxwin dapat membantu meningkatkan pengalaman bermain dan potensi kemenangan. Berikut adalah beberapa tips lanjutan yang dapat Anda terapkan dalam permainan slot online untuk mencapai hasil yang lebih baik:

Pilih Slot dengan Cermat
Saat memilih permainan slot untuk dimainkan, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat volatilitas, tingkat pengembalian (RTP) dan fitur bonus yang ditawarkan. Tingkat volatilitas mengacu pada tingkat risiko yang terkait dengan permainan. Slot dengan volatilitas tinggi cenderung memiliki pembayaran yang lebih besar, tetapi dengan frekuensi yang lebih rendah, sementara slot dengan volatilitas rendah memiliki pembayaran yang lebih kecil tetapi lebih sering. Pilih jenis volatilitas yang sesuai dengan gaya bermain dan preferensi Anda.

Banyak situs judi online menawarkan bonus dan promosi kepada pemain baru maupun yang sudah terdaftar. Manfaatkan bonus ini untuk meningkatkan kredit permainan Anda dan memperpanjang waktu bermain Anda. Selalu periksa persyaratan taruhan yang terkait dengan bonus sebelum mengklaimnya dan pastikan Anda memahami aturan yang berlaku.

Sebelum mulai bermain, pilih poin kemenangan dan kekalahan yang masuk akal. Jika Anda mencapai poin kemenangan yang telah Anda tetapkan, beri pertimbangan untuk menghentikan permainan dan menarik kemenangan Anda. Demikian pula, jika Anda mencapai poin kekalahan, lebih baik berhenti sejenak dan mengambil istirahat.

Manajemen taruhan yang baik adalah kunci untuk memaksimalkan kemenangan dan meminimalkan kerugian. Tentukan ukuran taruhan yang sesuai dengan saldo Anda dan hindari bertaruh lebih dari yang Anda mampu. Pertimbangkan untuk menggunakan strategi taruhan seperti taruhan tetap atau taruhan progresif yang sesuai dengan gaya bermain Anda.

Ketika bermain slot online, penting untuk bermain dengan sabar dan disiplin. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan taruhan dan pertimbangkan setiap langkah dengan baik. Selalu awasi saldo Anda, perhatikan waktu bermain Anda dan berhenti jika Anda merasa kelelahan atau frustrasi.

Banyak permainan slot online menyediakan mode demo yang memungkinkan Anda untuk berlatih dan memahami aturan permainan tanpa harus mempertaruhkan uang sungguhan. Manfaatkan mode demo ini untuk mengasah keterampilan Anda, mengembangkan strategi dan mengenal lebih baik jenis permainan slot yang ingin Anda mainkan.

Setelah sesi bermain selesai, luangkan waktu untuk menganalisis hasil permainan Anda. Tinjau statistik kemenangan, frekuensi pembayaran dan performa secara keseluruhan. Hal ini dapat membantu Anda memahami pola permainan dan memutuskan apakah ada penyesuaian atau perubahan strategi yang perlu dilakukan.

Yang terpenting, jangan lupakan aspek kesenangan dalam bermain slot online. Jadikan pengalaman bermain sebagai hiburan yang menghibur dan menyenangkan. Tersenyum dan nikmati setiap momen di mesin slot, karena itulah esensi dari perjudian online.

Menggabungkan strategi ini dengan pengetahuan yang kuat tentang permainan slot dan kesabaran yang baik dapat membantu meningkatkan peluang Anda untuk memenangkan jackpot besar di permainan slot gacor maxwin. Tetaplah bermain dengan bijak, kelola modal dengan baik dan selalu perhatikan kesenangan dalam bermain. Semoga strategi ini membawa keberuntungan dan kemenangan bagi Anda dalam menjelajahi dunia seru dari slot online.

Tim SepakBola Ascoli Calcio Seri B Italia Itu Sangat Diidolakan
Blog Informasi Pertandingan Sepak Bola

Tim SepakBola Ascoli Calcio Seri B Italia Itu Sangat Diidolakan

Tim Sepak Bola Ascoli Calcio Seri B Italia Itu Sangat Diidolakan – Untuk para pecinta liga sepak bola Italia, tentunya sudah tidak asing lagi dengan klub Ascoli Calcio.  Ascoli Calcio sendiri merupakan salah satu klub sepak bola yang cukup terkenal di Italia. Bahkannamanya juga cukup populer di dunia. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya penggemar Ascoli Calcio yang berasal dari luar negeri termasuk Indonesia. Lantas apa penyebab mengapa sepak bola asal Italia ini sangat diminati oleh banyak orang di seluruh penjuru dunia?

Mengetahui Alasan Mengapa Klub Sepak Bola Ascoli Calcio Sangat Diidolakan Sama halnya dengan klub sepak bola pada umumnya, ada banyak sekali alasan mengapa orang mengidolakan tim sepakbola Ascoli Calcio Italia tersebut. Adapun beberapa alasan mengapa klub sepak bola Ascoli Calcio sangat diidolakan seperti berikut ini.

1. Mempunyai Kemampuan Cukup Baik ketika Bertanding

Alasan utama mengapa klub sepak bola Ascoli Calcio ini diidolakan banyak orang karena memiliki kemampuan yang cukup baik ketika bertanding di lapangan. Bahkan dari tahun pertama berdirinya yakin 1898 hingga sekarang klub sepak bola asal Italia itu masih terus menunjukkan skill terbaiknya ketika sedang berlaga di lapangan. Biasanya klub sepak bola asal Italia itu akan berlaga dengan cara mendatangi kandang milik lawan yang terdapat di berbagai daerah dan negara. Selain itu, tidak jarang juga Ascoli Calcio memainkan pertandingannya di kandangnya sendiri yaitu Stadion Cino e Lillo Del Duca. Di mana stadion Cino e Lillo Del Duca itu bisa menampung penonton hingga 28.430 orang. Dikarenakan pertandingan sepak bola dari klub Italia ini selalu menarik perhatian untuk disaksikan , membuat ketika Ascoli Calcio sedang bertanding di kandangnya sendiri, Stadion Cino e Lillo Del Duca akan dipadati oleh para penonton yang berasal dari berbagai negara. Umumnya para penonton yang berasal dari berbagai negara itu akan mengunjungi Stadion dengan mengenakan seragam bermotif putih hitam. Nantinya warna putih hitam itu akan menghiasi Stadion sehingga membuat jalannya pertandingan menjadi lebih menarik.

2. Seragam yang Dikenakan

Penyebab berikutnya mengapa klub sepak bola yang mempunyai nama lengkap Ascoli Calcio 1898 SpA itu bisa sangat terkenal di dunia karena terdapat hal cukup unik dari seragamnya. Di mana klub sepak bola tersebut memiliki tiga buah seragam yang sering dikenakan ketika melangsungkan pertandingan. Ketiga seragam itu memiliki motif dan warna yang beragam. Adapun beberapa warna yang terdapat pada seragam milik klub sepak bola asal Italia itu seperti berikut ini.

  • Seragam berwarna hitam putih seperti halnya hewan zebra.
  • Seragam dengan warna keseluruhan hitam.
  • Seragam dengan warna kuning.

Nantinya setiap seragam itu akan dikenakan pada pertandingan yang berbeda-beda. Tujuan utama Mengapa seragam itu dibuat dengan warna berbeda-beda agar nantinya para penonton lebih mengenal tentang jenis pertandingan yang sedang berlangsung tersebut.

3. Memiliki Julukan Picchio

Klub sepak bola yang mempunyai markas di Ascoli Piceno, Marche ini sering disebut sebagai Picchio atau burung pelatuk. Julukan itu biasanya dipakai untuk menyebutkan klub sepak bola asal Italia ini. Perlu diketahui bahwa klub sepak bola dari Ascoli Calcio 1898 SpA itu merupakan salah satu pemain profesional. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya prestasi yang telah berhasil didapatkan oleh Robert Banight. Sedangkan untuk Head Coachnya bernama Gistinetti yang berada pada liga seri. Meskipun klub sepak bola asal Italia ini sudah memiliki segudang prestasi, namun tidak membuatnya berhenti untuk berlatih. Justru mereka terus mengasah kemampuan yang dimilikinya agar bisa menjadi klub sepak bola terbaik di dunia.

Tim Sepak Bola Ascoli Calcio Seri B Italia Itu Sangat Diidolakan

4. Mempunyai Julukan Binaconeri

Selain, Picchio klub sepak bola asal Italia itu juga mempunyai julukan berupa Binaconeri. Diketahui Binaconeri ini merupakan julukan yang paling identik dari klub sepak bola asal Italia tersebut. Alasannya dikarenakan seragam kebanggaan yang sering dikenakan untuk bermain di kandangnya sendiri berwarna hitam putih. Hal itu wajar jika Ascoli Calcio 1898 SpA mengenakan seragam hitam putih. Pasalnya tidak hanya para tim pemain sepak bola saja yang mengenakan seragam berwarna hitam putih tersebut, namun juga para penonton memakai baju yang senadan. Inilah yang menjadi ciri khas dari klub sepak bola asal Italia tersebut.

5. Pernah Bermain di Liga Serie-A

Sebelum di Liga Serie-B, Ascoli Calcio 1898 SpA itu pernah bermain di Liga Serie A. Tetapi setelah berada dalam jangka waktu cukup lama di dunia sepak bola menyebabkan tim tersebut memutuskan untuk bermain di Liga serie B. Meskipun klub itu sudah ada sejak tahun 1898, tetapi hingga saat ini namanya masih tetap eksis di dunia sepak bola. Bahkan dari awal kemunculannya hingga sekarang, tim sepak bola asal Italia ini tidak pernah mengalami penggantian nama dan pelatih. Menariknya lagi tim ini juga pernah berada di masa kejayaan yang mana pada kala itu dipegang oleh pelatih bernama Carlo Mazzone.

Seperti yang sudah diketahui di atas, klub sepak bola asal Italia ini sudah berdiri sejak lama yakin tahun 1898. Namun di dalam perjalanannya pelatih dari klub sepak bola tersebut tidak pernah mengalami pergantian. Meskipun begitu Ascoli Calcio bisa selalu menampilkan skill terbaiknya ketika sedang bertanding baik di kandang lawan atau miliknya sendiri. Berkat kelebihannya itu wajar jika tim sepak bola asal Italia ini sangat diidolakan oleh orang-orang di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.

Apakah Sepak Bola Italia Kembali Bangkit ke Masa Kejayaannya?
Sepak Bola

Apakah Sepak Bola Italia Kembali Bangkit ke Masa Kejayaannya?

Apakah Sepak Bola Italia Kembali Bangkit ke Masa Kejayaannya? – Mereka yang hidup selama bertahun-tahun liputan Football Italia tentang sepak bola Italia di Channel 4 di tahun 90-an masih mendambakan setelah hari-hari itu. Penyiar super halus James Richardson menjadi kehadiran yang meredakan mabuk setiap akhir pekan saat dia berbicara tentang taktik, transfer, dan tifosi sambil menyeruput espresso dan berpura-pura membuka halaman merah jambu Gazzetta dello Sport.

Apakah Sepak Bola Italia Kembali Bangkit ke Masa Kejayaannya?

ascolipicchio – Sementara itu, setelah pembukaan, rata-rata penggemar sepak bola menyaksikan yang terbaik di planet ini bertarung satu sama lain. Itu segar dan berbeda tetapi semuanya tampak sudah lama sekali, sekarang, dan sementara ada kemenangan Piala Dunia dan kemenangan Kejuaraan Eropa, permainan klub di Italia tidak pernah mengumpulkan antusiasme yang sama seperti itu. pernah melakukannya. Sampai sekarang, itu.

Baca Juga : Joe Tacopina Membahas Investasi Di Sepak Bola Italia Dan Pengambilalihan SPAL Serie B

Napoli, Internazionale dan Milan semuanya telah mencapai babak delapan besar Liga Champions dan, setelah pertandingan putaran minggu ini, tampaknya hampir pasti bahwa Serie A akan memiliki finalis pertama dalam kompetisi tersebut sejak Juventus yang jatuh dari ketinggian mereka di tahun 90-an. setelah skandal Calciopoli hanya untuk kembali lagi dibongkar oleh Real Madrid di Cardiff pada 2017.

Dengan Juve sekali lagi terlibat dalam skandal seluruh dewan klub mengundurkan diri pada bulan November menyusul tuduhan akuntansi palsu dan manipulasi pasar, mendorong pengurangan 15 poin (dengan potensi hukuman lebih lanjut yang akan datang) oleh federasi sepak bola Italia puncak Serie A telah corak yang berbeda musim ini dengan perjuangan Napoli menuju gelar salah satu kisah abadi kampanye.

Absennya Juve dari perburuan gelar bukanlah fenomena baru. Diserang oleh kesulitan keuangan, klub telah berjuang untuk mengimbangi para pesaingnya di dalam dan luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum dia mengundurkan diri sebagai presiden klub saat itu, Andrea Agnelli, berada di garis depan rencana untuk meluncurkan Liga Super Eropa yang naas, yang didirikan sebagian sebagai tanggapan atas kesengsaraan keuangan Juve dan sejumlah negara di benua itu. klub super lainnya seperti Barcelona dan Real Madrid.

Sementara itu, saingan domestik mereka telah mengambil keuntungan dari penurunan pengaruh moneter mereka. Inter meraih gelar tersebut dua tahun lalu. Setahun yang lalu, Milan merebut Scudetto pertama mereka sejak 2011 dan kali ini Neapolitan asuhan Luciano Spalletti hanya membutuhkan 12 poin dari sembilan pertandingan terakhir mereka untuk menjadi juara Italia untuk ketiga kalinya dalam sejarah klub.

Semangat pluralitas yang baru ditemukan ini telah mendorong beberapa pengamat berpengalaman untuk menyatakan bahwa Calcio telah kembali dengan gemilang ke era keemasan 1980-an dan 90-an ketika liga secara luas dianggap sebagai yang terbaik di dunia dengan klub-klub top yang dipenuhi dengan global. nama superstar.

Namun, tidak semua orang setuju. Roberto Mancini, pelatih kepala Italia, mengambil jeda internasional baru-baru ini untuk meratapi pilihan yang dimilikinya. “Saya tidak akan berbicara tentang kelahiran kembali sepak bola Italia,” kata bos Azzurri kepada wartawan. “Mungkin kita bisa mengatakan bahwa jika ada 33 orang Italia bermain untuk AC Milan, Napoli dan Inter, tapi kita tidak bisa, karena jumlahnya tidak sampai setengahnya.” Itu adalah pandangan yang digaungkan oleh Andrea Carnevale, mantan striker Italia, yang sekarang menjadi kepala pencari bakat Udinese.

“Semua orang ingin pemain yang sudah terbukti membantu mereka mewujudkan tujuan mereka, dan itu berarti merekrut orang asing,” katanya. “Juventus merekrut superstar seperti Cristiano Ronaldo untuk mencoba membantu mereka memenangkan liga, sementara kami mencari di luar negeri untuk menemukan penawaran. Tidak ada ruang untuk pemain muda Italia. Roma, Inter, Milan, Juve mengirim anak-anak muda mereka ke klub lain yang lebih kecil untuk membantu mereka tumbuh, karena mereka dianggap belum siap untuk papan atas. Jadi, ada pemain Italia bagus di Serie B yang bisa dibawa ke Serie A, tapi tidak banyak.”

Beberapa tim telah melakukan pencarian bakat global mereka sebaik Napoli. Juara terpilih memetik Kvicha Kvaratskhelia dari Dinamo Batumi musim panas lalu dengan harga murah 12 juta euro dan pemain sayap Georgia telah menjadi salah satu pemain paling ditakuti di Eropa. Victor Osimhen yang ditandatangani dengan jumlah yang jauh lebih besar yaitu 70 juta euro dari Lille pada tahun 2020 telah mencetak 25 gol dalam 29 pertandingan musim ini.

Di antara mereka, keduanya telah meneror pertahanan Italia dan kontinental tetapi pemikiran progresif Napoli dalam hal membangun skuad tidak terbatas pada keduanya dengan bek tengah Korea Selatan Kim-min Jae, gelandang Polandia Piotr Zielinski, dan Fulham menolak Andre-Frank Zambo Anguissa semua membuat kontribusi berharga musim ini.

Bukan hanya di lingkungan kompetisi elit Eropa di mana klub-klub Italia berkembang. Malam ini di Liga Europa, Roma dan Juventus akan menawar tempat di empat besar turnamen itu sementara saudara perempuannya yang jelek, Liga Konferensi, Fiorentina yang memainkan leg pertama dari dua leg melawan pakaian Polandia Lech Poznan malam ini adalah favorit kedua untuk mengangkat trofi.

Namun, pembicaraan tentang kebangkitan kembali yang mulia tampaknya terlalu dini. Musim panas ini, Napoli akan menangkis tawaran raksasa Liga Premier dalam upaya mereka untuk mempertahankan striker bintang Osimhen. Ini akan terbukti menjadi pertarungan yang kalah dan, dengan demikian, sepak bola Italia akan tersingkir dari nama terbesar lainnya untuk mengikuti Gigi Donnarumma, Achraf Hakimi, Cristiano Ronaldo dan Matthijs de Ligt yang meninggalkan liga dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah puing-puing stadion yang runtuh dan kesepakatan TV yang dikerdilkan oleh negara lain, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan tetapi Anna Guarnerio, Direktur Hak Media Internasional Serie A tetap optimis bahwa jalan ke depan terletak pada perubahan persepsi tentang sepak bola Italia dan berpendapat bahwa kunci untuk liga adalah meminjam taktik yang telah berhasil diterapkan oleh Liga Premier.

“Saya pikir, di masa lalu, ketika memilih masalah yang akan diprioritaskan, pengembangan merek dari perspektif internasional mungkin kurang diperhatikan,” kata Guarnerio kepada Goal baru-baru ini. “Jumlah penggemar dan pengikut yang kami miliki secara global sangat besar, sungguh gila, jadi ada ruang besar untuk berkembang di sana.

“Ini adalah para penggemar yang, secara geografis, paling jauh dari kami. Jadi, kami perlu menemukan cara untuk membawa mereka sedekat mungkin dengan penggemar domestik kami. Kami percaya bahwa kekuatan Serie A adalah tidak seperti liga lain mana pun di dunia, dalam hal gairah, romansa, dan sejarah. Itulah yang perlu kita ingatkan kepada seluruh dunia.”

Joe Tacopina Membahas Investasi Di Sepak Bola Italia Dan Pengambilalihan SPAL Serie B
Informasi Seri B Italia

Joe Tacopina Membahas Investasi Di Sepak Bola Italia Dan Pengambilalihan SPAL Serie B

Joe Tacopina Membahas Investasi Di Sepak Bola Italia Dan Pengambilalihan SPAL Serie B – Investor dari Amerika Utara baru-baru ini mulai melihat sepak bola Italia sebagai lahan peluang . Tujuh klub Serie A—AC Milan, AS Roma, Bologna, Fiorentina, Genoa, Spezia, dan Venezia saat ini dimiliki oleh Amerika atau Kanada, dengan jumlah mencapai 12 di tiga liga sepak bola pria profesional Italia.

Joe Tacopina Membahas Investasi Di Sepak Bola Italia Dan Pengambilalihan SPAL Serie B

ascolipicchio – Di antara pelopor gelombang investor Amerika Utara yang menunjukkan minat pada sepak bola Italia adalah Joe Tacopina , seorang pengacara kriminal berbasis di New York yang firma hukumnya, Tacopina Seigel & DeOreo, telah mewakili klien terkenal seperti mantan bintang MLB Alex Rodriguez dan musik seniman Jay-Z dan Meek Mill.

Baca Juga : Pencetak Gol Terbanyak Dalam Sejarah di Liga Serie A

Mengapa Sepak Bola Italia?

Tacopina, 55, membanggakan warisan suksesnya di sepak bola Italia, karena dia adalah presiden klub pertama yang memenangkan tiga promosi berturut-turut satu di Bologna pada 2014/15 dan dua kali dalam dua tahun di Venezia dari 2015 hingga 2017. Ketika saya bertanya kepadanya apa yang memicu minatnya pada sepak bola Italia, Tacopina menjawab bahwa dia melihat “properti yang paling diremehkan di semua olahraga untuk cara pengoperasiannya.”

Dia menunjuk ke derby AS Roma- SS Lazio yang dia hadiri di Stadio Olimpico di Roma pada tahun 2002 sebagai momen yang membuka matanya. Malam itu, Tacopina ingat benar-benar terbawa oleh antusiasme pertandingan Serie A yang panas itu, karena belum pernah dalam hidupnya dia melihat 50.000 penggemar bernyanyi serempak selama dua jam.

“Sesuatu terjadi yang belum pernah saya alami sebelumnya di tempat olahraga Amerika mana pun,” kata Tacopina. “Gairah yang muncul di depan saya membuat saya kewalahan. Saya merasakan fondasi stadion benar-benar bergerak.” Namun, pada saat yang sama, Tacopina mengalami pengalaman stadion yang buruk sebagai penggemar, seperti yang dia ingat duduk di kursi kotor, menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memesan panino dan tidak menemukan kaus AS Roma asli untuk anak-anaknya karena kios. hanya menjual barang tiruan.

Saat itulah orang akan menghabiskan uang, ketika mereka berada di stadion, kata Tacopina. Ketika dia gagal memahami mengapa klub-klub Italia tidak memanfaatkan keterlibatan penggemar mereka, Tacopina menjadi yakin bahwa menerapkan pendekatan berbasis bisnis yang lebih kuat untuk pengambilan keputusan bisa menjadi kunci untuk mengeluarkan potensi yang belum dimanfaatkan yang menurutnya tersembunyi di sepak bola Italia.

Pada tahun 2011, Tacopina bergabung dengan konsorsium investor Amerika yang mengakuisisi saham mayoritas di AS Roma seharga €110 juta (dengan kurs saat ini, $127 juta), mengubah Giallorossi menjadi klub Serie A pertama dengan kepemilikan AS . Selama tiga tahun berikutnya, dia duduk di dewan direksi AS Roma sebagai wakil presiden klub, sebelum pindah menjadi presiden Bologna, Venezia, dan terakhir, SPAL.

Pelajaran Dari Dunia Sepakbola Italia

Dengan duduk di dewan klub besar Italia selama lebih dari satu dekade, Tacopina telah belajar untuk hidup dengan beberapa kelemahan terbesar dari sistem sepak bola Italia. Dia terutama mengeluh tentang keterlambatan, karena Italia terbukti penuh dengan rintangan birokrasi yang sering menghalangi cara favoritnya untuk menangani masalah: efisiensi.

“Hal-hal bergerak jauh lebih lambat di sini daripada di tempat lain yang saya tahu,” kata Tacopina, yang menggambarkan dirinya sebagai orang yang suka memasuki ruang rapat, menyetujui rencana permainan dan keluar untuk melaksanakannya secepat mungkin. Faktanya, birokrasi adalah alasan utama mengapa banyak klub sepak bola Serie A masih bermain di stadion yang sudah ketinggalan zaman, tertinggal jauh dari tempat olahraga modern yang terdapat di liga-liga besar Eropa atau MLS.

Dengan menghambat inovasi di stadion, rintangan birokrasi ini akhirnya memengaruhi pendapatan dari penerimaan gerbang dan keramahtamahan di hari pertandingan, aliran pendapatan yang diperkirakan oleh tinjauan keuangan Deloitte Football Money League berkontribusi sebanyak 18% dari total pendapatan tahunan klub sepak bola.

Di Italia, Tacopina juga mempelajari aturan keras dari permainan pasar transfer, yang menurutnya sangat aneh untuk jumlah kekuatan yang dipegang oleh agen pemain. Tidak seperti apa yang biasa dia alami di AS, Tacopina menjelaskan bahwa agen di Italia menuntut komisi dari pemain dan klub ketika sudah waktunya untuk mencapai kesepakatan.

“Agen pemain di AS hanya mewakili sang pemain, mereka hanya dibayar oleh sang pemain dan mereka hanya bekerja untuk sang pemain,” katanya. “Di Italia, dan semua negara Eropa, ada masalah klub harus membayar agen dan pemain harus membayar agen.” Tacopina berpendapat bahwa ini menciptakan konflik kepentingan yang nyata karena pemain diwakili oleh seseorang yang menerima kompensasi langsung dari klub.

“Situasi yang sangat aneh memiliki struktur yang ditetapkan seperti yang mereka lakukan di Eropa dengan agen pemain dibayar dari kedua sisi meja ketika mereka seharusnya benar-benar mewakili satu klien,” lanjutnya. “Ini memberi agen terlalu banyak kendali atas kekuasaan atas transaksi.”

Tacopina bukan satu-satunya presiden di sepak bola Italia yang menyatakan ketidakpuasannya atas topik ini. Beberapa presiden Serie A, termasuk Claudio Lotito dari Lazio dan Aurelio De Laurentiis dari Napoli, sebelumnya menentang fakta bahwa agen cenderung menghalangi negosiasi dengan meminta bayaran yang sangat tinggi dari klub untuk pekerjaan mereka.

Tantangan Terbaru Tacopina: SPAL

Musim semi lalu, Tacopina tampaknya siap menjadi pemilik baru klub Serie C Catania yang berbasis di Sisilia. Namun, setelah berbulan-bulan negosiasi, kesepakatan itu gagal terwujud, dengan Tacopina menyebutkan terlalu banyak hutang dan kurangnya rencana yang jelas sebagai alasan utama yang membuatnya meninggalkan proyek Catania.

Pada bulan Mei, dia didekati oleh presiden SPAL saat itu Simone Colombarini, yang memberinya kesempatan untuk memimpin Estensi . Uji tuntas selama beberapa minggu sudah cukup untuk meyakinkan Tacopina bahwa klub tersebut solid secara finansial: Pada 13 Agustus 2021 dia diumumkan sebagai presiden SPAL yang baru. (Tacopina saat ini memegang 49% saham SPAL melalui Tacopina Italian Football Investment Srl miliknya dan akan memegang kendali penuh klub pada Januari 2022.)

Tacopina mengatakan bahwa dia mengambil utang €16 juta ($18,5 juta) dan bahwa dia berencana untuk menyuntikkan sekitar $13-14 juta ke klub sepanjang musim 2021/22.

Dana ini terutama akan dialokasikan untuk peningkatan roster (seperti penandatanganan yang diharapkan dari striker Italia-Amerika Giuseppe Rossi ), sektor yunior dan pekerjaan renovasi di Stadio Paolo Mazza, di mana dia ingin meningkatkan pengalaman penggemar dengan menambahkan bar, restoran, dan museum aula ketenaran.

Sementara Tacopina menganggap musim 2021/22 sebagai musim “reboot”, dia menetapkan playoff Serie B sebagai tujuan utama klub. Ia yakin tidak akan lama lagi tim muda dan bertalenta ini kembali ke pentas akbar Serie A, di mana tim tersebut berkompetisi selama tiga musim berturut-turut dari 2017 hingga 2020. Tacopina dengan demikian menembak untuk promosi keempat di tahun ketujuh sebagai presiden klub sepak bola Italia.

Pencetak Gol Terbanyak Dalam Sejarah di Liga Serie A
Sepakbola

Pencetak Gol Terbanyak Dalam Sejarah di Liga Serie A

Pencetak Gol Terbanyak Dalam Sejarah di Liga Serie A – Serie A Italia, sering disebut sebagai Liga Italia, adalah liga sepak bola profesional papan atas di Italia, yang diperebutkan oleh 20 tim. Série A adalah salah satu yang paling dihormati di dunia. Dari tahun 1980-an hingga 1990-an, liga Italia menjadi titik fokus sepak bola di benua Eropa.

Pencetak Gol Terbanyak Dalam Sejarah di Liga Serie A

ascolipicchio – Tim-tim top seperti AC Milan, Inter Milan, dan Juventus memiliki andil dalam dominasi Eropa. Banyak pemain yang mendominasi papan atas Italia, tetapi siapa pencetak gol terbanyak dalam sejarah? Football Menarik melihat pencetak gol terbanyak Serie A Italia sepanjang masa.

Baca Juga : Pemain Italia Terbaik Yang Pernah Ada 

10. Fabio Quagliarella – 178 gol

Fabio Quagliarella adalah seorang pemain sepak bola profesional Italia yang bermain sebagai penyerang. Dia salah satu piring terlama di liga. Dia memulai karirnya di Torino pada tahun 1999 dan menghabiskan lebih dari enam tahun di klub tersebut. Dia pindah ke Udinese dan langsung dipindahkan ke Ascoli. Dia bermain untuk Ascoli selama satu musim, mencetak tiga gol dalam 33 penampilan. Di akhir masa tinggalnya di Ascoli, dia kembali ke Udinese.

Fabio Quagliarella pindah ke Sampdoria, di mana dia mengalami musim breakout yang menarik perhatian tim-tim papan atas. Namun kemudian, ia kembali ke Udinese untuk melanjutkan karirnya. Fabio Quagliarella kemudian pindah ke Juventus, di mana dia memenangkan tiga gelar Série A berturut-turut dari musim 2011–2012 hingga 2013–14. Orang Italia itu telah mewakili delapan klub Italia yang berbeda.

9. Gabriel Batistuta – 184 Goals

Gabriel Batistuta mencetak 184 gol dalam 334 penampilan di tiga klub yang diwakilinya di kasta tertinggi Italia dari 1991 hingga 2003. Dari Boca Juniors, Fiorentina mengumumkan penandatanganan pemain depan yang impresif, yang terus menjadi berita utama di seluruh benua Amerika Selatan bersama Boca Juniors di kompetisi kontinental seperti Copa Libertadores dan Divisi Primera Argentina.

Dia pindah ke Fiorentina dan menjadi pencetak gol terbanyak klub di Serie A Italia. Dia setia dan tetap bersama mereka setelah terdegradasi ke Série B dan membantu mereka kembali ke papan atas. Dia memainkan sebagian besar karirnya bersama Fiorentina, memenangkan satu Coppa Italia, satu Supercoppa Italiana, dan satu Serie B. Setelah sembilan tahun di Fiorentina, Batistuta bergabung dengan AS Roma dan masing-masing memenangkan satu Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

8. Alberto Gilardino – 188 Gol

Alberto Gilardino adalah mantan pemain sepak bola Italia yang berposisi sebagai striker. Secara total, dia bermain untuk dua belas klub sepak bola Italia. Dia memenangkan sebagian besar trofi karir utamanya bersama AC Milan. Alberto Gilardino adalah bagian dari skuad Milan yang memenangkan Liga Champions UEFA, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Klub FIFA pada tahun 2007.

7. Alessandro Del Piero – 188 gol

Alessandro Del Piero adalah mantan pemain sepak bola profesional Italia yang bermain sebagai penyerang dalam. Del Piero adalah salah satu pemain terhebat di generasinya.

Dia menghabiskan hampir seluruh karir sepak bola profesionalnya di Juventus, memenangkan enam gelar Série A, satu Coppa Italia, empat Supercoppa Italiana, satu Liga Champions, satu Piala Interkontinental, dll. Di tahun-tahun awal karirnya di Juventus, dia mencetak delapan gol untuk membantu klub mengamankan gelar Série A setelah delapan tahun.

6. Giuseppe Signori – 188 Gol

Giuseppe adalah mantan pemain sepak bola profesional Italia yang bermain sebagai penyerang. Dia bermain untuk beberapa Série selain Sampdoria, Bologna, dan Lazio. Dia memulai karir profesionalnya di Leffe pada tahun 1984 dan hanya menghabiskan dua musim sebelum pindah ke Piacenza. Dia pindah ke Lazio pada tahun 1992, mencetak gol terbanyak dalam karirnya di satu klub di divisi Italia, yang mencapai 107 gol dalam 157 penampilan Série A untuk klub tersebut.

Giuseppe Signori menghabiskan lima musim di Lazio, memenangkan tiga penghargaan pencetak gol terbanyak Serie A Italia dan satu trofi pencetak gol terbanyak Coppa Italia. Satu-satunya hal yang hilang selama tahun-tahun sukses Signori di Lazio adalah trofi. Pada tahun 1998, pemain Italia itu mengakhiri hubungan lima tahunnya dengan Lazio dan beralih ke Sampdoria. Namun, aksinya di Lazio tidak berjalan seperti yang diharapkan. Dia menghabiskan hampir satu musim, mencetak tiga gol dalam 17 penampilan liga.

Di akhir masa tinggalnya di Sampdoria, dia pindah ke Bologna, di mana dia kembali ke performa terbaiknya di Lazio. Upaya Giuseppe Signori membantu klub lolos ke Piala UEFA 1998–99 dengan memenangkan Piala Intertoto UEFA musim itu.

5. Kurt Hamrin – 190 Gol

Kurt Roland adalah mantan pemain sepak bola profesional Swedia yang bermain sebagai pemain sayap. Dia menghabiskan sebagian besar karir sepak bola profesionalnya di Italia, bermain untuk Juventus, Fiorentina, AC Milan, Napoli, dll

Dia memulai karirnya di liga Swedia dengan AIK Fotboll, dan dia memberikan dampak langsung. Dia konsisten dalam mencetak gol. Dia mencetak 54 gol dalam 62 penampilan liga selama tiga musim yang dia habiskan di klub. Hamrin bergabung dengan Juventus jelang musim 1956-57. Dia menghabiskan satu musim dengan raksasa Italia, mencetak delapan gol dalam 23 penampilan liga.

Hamrin dengan cepat mencetak 20 gol dalam 30 pertandingan Serie A dalam satu musim. Performa impresif pemain Swedia itu di depan gawang memaksa Fiorentina untuk menegosiasikan transfer dari Calcio Padova.

Musim berikutnya, Fiorentina mengonfirmasi penandatanganan Kurt Hamrin untuk musim baru. Dia menghabiskan sembilan musim dengan klub yang berbasis di Florence dan menjadi legenda klub. Kurt Hamrin adalah salah satu pemain paling menonjol di skuad. Dia membantu klub memenangkan tiga gelar Coppa Italia, satu UEFA Cup Winners’ dan Mitropa.

Pemain Swedia yang telah memantapkan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik liga telah menarik perhatian raksasa Serie A AC Milan. Milan memastikan penandatanganannya untuk mengakhiri mantra sembilan tahunnya di Fiorentina. Di Milan, dia kembali dalam performa terbaiknya. Membantu klub memenangkan Piala Eropa 1968–69. Dia juga memenangkan Coppa Italia dan Piala Winners UEFA dengan klub yang berbasis di Milan.

4. Roberto Baggio – 205 gol

Roberto Baggio adalah salah satu nama paling terkenal di dunia sepakbola. Pemain Italia itu terutama bermain sebagai striker kedua atau sebagai gelandang serang selama hari-harinya. Dia mulai di Vicenza, mencetak 13 gol dalam 36 penampilan liga. Baggio beralih ke Fiorentina setelah tiga musim bersama Vicenza. Di Fiorentina, ia menjadi tambahan berharga bagi tim utama meski tak pernah menghasilkan trofi apapun untuk klub.

Baggio pindah ke raksasa liga Juventus dan menjadi salah satu tulang punggung klub di lini depan. Dia adalah sensasi selama tinggal di Juventus. Dia memenangkan satu Serie A, satu Coppa Italia, dan satu Piala UEFA. Baggio pindah ke AC Milan dan memenangkan satu gelar Série A bersama klub tersebut. Dengan Tim Nasional Pria Italia, ia menempati posisi ketiga selama Piala Dunia 1990 diselenggarakan oleh Italia dan menjadi runner-up di edisi AS 1994.

3. Antonio Di Natale – 209 Goals

Antonio Di Natale adalah mantan pemain profesional yang bermain sebagai penyerang. Dia memulai karir profesionalnya di Empoli, mencetak 49 gol dalam 158 pertandingan. Setelah masa pinjaman dengan tiga klub berbeda, dia akhirnya menetap di Udinese. Dia menjadi dampak langsung dan merupakan penyerang yang produktif selama dia tinggal di klub. Dia menghabiskan 12 tahun di Udinese, mencetak 191 gol dalam 385 pertandingan.

2. Jose Altafini – 216 Gol

José João Altafini, juga dikenal sebagai “Mazzola” di Brasil, adalah mantan pemain sepak bola Italia-Brasil yang bermain sebagai penyerang. Ia memulai karir profesionalnya di Brasil bersama Palmeiras. Tahun-tahun tersuksesnya adalah di AC Milan antara tahun 1958 dan 1965. Ia memenangkan dua gelar Serie A dan satu Piala Eropa.

Dia mencetak 120 gol liga dalam 205 pertandingan liga bermain untuk AC Milan. Dia kemudian pindah ke Juventus, memenangkan dua gelar Série A dengan klub yang berbasis di Turin. José Altafini memenangkan Piala Dunia FIFA 1958 bersama tim nasional pria Brasil, RB Seleção, dan kemudian mewakili tim nasional pria Italia selama Piala Dunia FIFA 1962.

1. Gunnar Nordahl – 225 Gol

Nils Gunnar Nordahl adalah seorang pemain sepak bola profesional Swedia. Dia adalah salah satu striker yang kuat secara fisik dengan keinginan untuk mencetak gol. Tahun-tahun terbaiknya di Serie A Italia adalah di AC Milan dari tahun 1949 hingga 1956.

Sebelum berangkat ke Italia, Nils Gunnar sudah meraih trofi penting di kasta tertinggi sepak bola Swedia bersama IFK Norrköping. Secara total, ia memenangkan empat gelar liga dan satu Piala Swedia. Dia juga pencetak gol terbanyak Liga Sepak Bola Swedia selama empat musim dan dianugerahi Pemain Sepak Bola Swedia pada tahun 1947. Di AC Milan, Pesepakbola Swedia itu memenangkan dua gelar Série A dan dua Piala Latin.

Pemain Italia Terbaik Yang Pernah Ada
Sepak Bola

Pemain Italia Terbaik Yang Pernah Ada

Pemain Italia Terbaik Yang Pernah Ada – Salah satu negara sepak bola terbesar di Eropa, daftar pemain Italia terbaik yang pernah ada termasuk beberapa talenta terbaik dunia yang pernah ada.Tidak mudah membuat daftar pemain Italia terbaik yang pernah ada. Ketika Anda memikirkan Italia, Anda memikirkan anggur, sinar matahari, pizza… dan sepak bola.

Pemain Italia Terbaik Yang Pernah Ada

ascolipicchio.com – ‘ Bel Paese ‘ terkenal dengan olahraga nasionalnya seperti yang lainnya, dan untuk alasan yang bagus – ia telah menghasilkan banyak pemain terbaik sepanjang masa.

Pemain Italia terbaik yang pernah ada:

10.  Alessandro Del Piero

Striker antar-perang legendaris Silvio Piola adalah satu-satunya orang Italia yang mencetak lebih banyak gol daripada 346 gol Del Piero, sedangkan strikernya adalah Juventus(terbuka di tab baru)pemegang rekor gol (290) dan penampilan (705).

Tapi lupakan angkanya. Itu adalah bakat teknis Del Piero yang luar biasa, matanya untuk mencetak gol spektakuler dan kehebatan tendangan bebasnya yang menjadikannya sebagai salah satu penyerang terbaik negaranya, bukan hanya tingkat pengembaliannya yang luar biasa.

Baca Juga : Apa yang Akan Dilakukan Inter Terkait Kontrak Bek Tengah Milan Skriniar

Del Piero berperan penting dalam kemenangan terakhir Juve di Liga Champions pada tahun 1996, mencetak enam gol, dan dia juga membantu Nyonya Tua mengklaim enam gelar liga.

Tapi mungkin puncak karirnya datang ketika dia mencetak gol kedua Italia dalam kemenangan 2-0 semifinal atas Jerman di Piala Dunia 2006 (atas), sebelum melakukan tendangan penalti dalam adu penalti terakhir melawan Prancis.

9. Dino Zoff

Seperti anggur yang enak, prestasi Zoff semakin baik seiring bertambahnya usia. Penjaga gawang Italia yang hebat memenangkan Piala Dunia pertamanya dan satu-satunya pada usia 40 tahun pada tahun 1982, pemain tertua yang pernah melakukannya, mendapatkan penghargaan penjaga gawang dari turnamen dalam prosesnya.

Itu adalah kehormatan internasional besar keduanya dalam karir yang luar biasa, setelah merebut Kejuaraan Eropa 1968, dan Zoff tidak kalah suksesnya di level klub, memenangkan enam Scudetti, dua Coppa Italia dan Piala UEFA di Juventus.

Salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah memakai sepasang sarung tangan, Zoff hanya berada di belakang Lev Yashin dan Gordon Banks ketika Federasi Internasional Sejarah & Statistik Sepak Bola menyebutkan penjaga gawang terhebat mereka di abad ke-21, sementara dia terpilih sebagai pemain Italia yang luar biasa dari 50 tahun terakhir untuk Jubilee Awards UEFA pada tahun 2004.

8.  Andrea Pirlo

Salah satu pendukung terbaik dari peran gelandang deep-lying yang pernah ada dalam game ini. Pirlo tampil berkelas dan memiliki kesejukan dan ketenangan yang luar biasa dalam penguasaan bola, belum lagi visi dan teknik untuk membuka pertahanan atau mengirimkan tendangan bebas melewati tembok.

Pirlo memulai sebagai gelandang serang, bermain bersama Roberto Baggio yang hebat di Brescia di masa mudanya, tapi itu adalah mantranya di AC Milan.(terbuka di tab baru)yang mendorongnya menjadi elit Eropa.

Dua gelar Liga Champions dan dua gelar Serie A datang di San Siro, dan empat mahkota liga lainnya kemudian di Juventus, serta medali juara Piala Dunia 2006.

Kemampuan sang maestro lini tengah dalam mengolah bola mungkin paling baik diungkapkan oleh legenda Juve Zbigniew Boniek: “Mengoper bola ke Pirlo seperti menyembunyikannya di tempat yang aman”, katanya.

7. Franco Baresi

Baresi melakukan debutnya di Milan pada usia 17 dan akan bertahan di klub selama sisa 20 tahun karirnya, memenangkan setiap penghargaan besar yang ditawarkan.

Bek tengah ini adalah bagian tak tergantikan dari tim hebat Arrigo Sacchi dan Fabio Capello di tahun 1990-an, membentuk salah satu pertahanan terbesar sepanjang masa bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti.

Baresi menjadi runner up untuk Ballon d’Or pada tahun 1989, di belakang rekan setimnya Marco van Basten, setelah menjadi kapten Rossoneri untuk kesuksesan Piala Eropa berturut-turut, dan dia kemudian memenangkan tiga mahkota Serie A berturut-turut antara tahun 1991 dan 1994 dari total enam karir, dengan kekuatan Milan di lini belakang membantu mereka hanya kebobolan 15 gol di musim 1993/94.

Meskipun ia gagal memenangkan penghargaan internasional, nyaris terjadi ketika ia melewatkan tendangan penalti di final Piala Dunia 1994 melawan Brasil, pemain Italia ini dikenang sebagai salah satu bek tengah terhebat yang pernah ada karena kombinasi atribut fisik, teknis dan mentalnya. , serta kepemimpinan dan kecerdasannya.

6.Francesco Totti

legenda tidak pernah mendapatkan trofi yang pantas untuk bakatnya, tetapi keputusan Totti untuk tetap menjadi pemain satu klub membuatnya menjadi legenda di Kota Abadi.

Totti dapat melakukan banyak hal dengan bola yang bahkan tidak dapat diimpikan oleh orang lain, dan kemampuannya untuk menciptakan dan mencetak gol tak tertandingi di masa kejayaannya; Roma mengakhiri karirnya pada tahun 2017 sebagai pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Serie A dengan 250 gol.

Dia juga berperan penting dalam kesuksesan Italia di Piala Dunia 2006, bermain di setiap pertandingan terlepas dari masalah kebugaran pra-turnamen dan mencetak penalti krusial untuk mengalahkan Australia di babak 16 besar, sebelum akhirnya finis sebagai pemberi assist terbanyak di turnamen tersebut dengan empat gol, sejajar dengan Argentina. Juan Roman Riquelme.

5. Giuseppe Meazza

Meazza sangat bagus, mereka menamai stadion paling ikonik Italia dengan namanya. Itu mungkin lebih dikenal sebagai San Siro, setelah daerah sekitarnya, tetapi moniker resmi lapangan memberi penghormatan kepada superstar pemenang Piala Dunia dua kali yang mewakili kedua klub besar Milan.

Yang mengatakan, Meazza pasti mencapai jauh lebih banyak dalam warna biru dan hitam dari Inter(terbuka di tab baru) (terbuka di tab baru). Milan terkenal menolak Meazza ketika dia masih kecil karena tubuhnya yang kurus, dan ternyata itu adalah kesalahan yang harus dibayar mahal.

Nerazzurri mengambilnya, dan anak laki-laki yang tumbuh besar dengan bermain bola kain di jalan-jalan kota Lombard menjadi salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah Serie A, memenangkan tiga gelar dan tiga mahkota capocannoniere.

Namun, prestasi Meazza dalam balutan Azzurri blue-lah yang memberinya status legenda sejati. Striker itu adalah salah satu dari hanya tiga pemain, bersama dengan Giovanni Ferrari dan Eraldo Monzeglio, yang memenangkan dua Piala Dunia, memenangkan Bola Emas pada kemenangan tahun 1934 di kandang sendiri dan menjadi kapten negaranya untuk pertahanan yang sukses empat tahun kemudian.

4. Gianni Rivera

Dijuluki ‘Bocah Emas’, ketenaran Rivera dimulai sejak muda. Gol pertama playmaker untuk Milan adalah kemenangan 4-3 atas Juventus yang baru berusia 17 tahun, dan fantasista berkaki armada tidak pernah menoleh ke belakang, menjadi salah satu pemain paling ikonik yang pernah mengenakan nomor punggung 10.

Kemampuan alami yang luar biasa dari gelandang serang segera membuatnya menjadi pemain kunci di San Siro, saat ia memimpin Rossoneri meraih tiga gelar Serie A dan dua Piala Eropa, membentuk ikatan yang erat dengan pelatih Nereo Rocco, yang menggambarkannya sebagai seorang “jenius” , dan memenangkan Ballon d’Or pada tahun 1969 setelah menginspirasi Milan menuju kejayaan Eropa dengan penampilan virtuoso dalam kemenangan final 4-1 atas Ajax asuhan Johan Cruyff.

Umpan dan visi Rivera adalah bagian dari cerita rakyat calcio, sebagian besar berkat kesuksesannya bersama tim nasional juga.

Dia membuat debut Azzurri seniornya pada usia 17 dan pergi ke empat Piala Dunia, mencetak gol kemenangan di semifinal epik 1970 yang terkenal melawan Jerman, serta memenangkan Kejuaraan Eropa 1968 – meskipun dia melewatkan final melawan Yugoslavia setelah mengambil sebuah cedera di semifinal.

3. Gianluigi Buffon

Nama Buffon akan selalu muncul dalam perdebatan tentang siapa penjaga gawang terbaik sepanjang masa – dan untuk alasan yang bagus.

Sejak membuat terobosan menakjubkan untuk Parma sebagai remaja yang sangat gesit pada tahun 1995, dia memenangkan hampir semua gelar besar yang bisa dibayangkan – kecuali Liga Champions.

Juventus menjadikan Buffon penjaga gawang termahal yang pernah ada dengan membayar €52 juta untuknya pada tahun 2001, tetapi itu terbukti menjadi nilai yang luar biasa; ia memenangkan rekor 12 penghargaan penjaga gawang Serie A tahun ini dan 10 mahkota liga di Turin, dan memegang rekor penampilan liga.

2. Paolo Maldini

Salah satu bek terhebat sepanjang masa, Maldini identik dengan era kejayaan kejayaan AC Milan, di mana ia menghabiskan seluruh karir bermainnya selama 25 tahun.

Seorang bek kiri yang jelajah dan berbakat secara teknis yang kemudian berkembang menjadi bek tengah yang cerdas dan tenang, pemain Italia yang elegan membantu Rossoneri memenangkan 25 trofi termasuk lima Piala Eropa/Liga Champions dan tujuh mahkota Serie A.

Dia juga memiliki umur panjang yang luar biasa, bermain sampai usia 41 tahun, saat dia bermain di empat Piala Dunia – meskipun dia pensiun sebelum kemenangan Azzurri tahun 2006 dan tidak pernah memenangkan kehormatan besar dengan negaranya.

Maldini tetap menjadi pemain lapangan dengan penampilan terbanyak di Serie A dengan 647, dan ketergantungannya pada pengaturan waktu dan membaca permainan daripada agresi dan fisik membuatnya menonjol.

Seperti yang pernah dia sindir: “Jika saya harus melakukan tekel, maka saya sudah melakukan kesalahan”.

1.  Roberto Baggio

Baggio adalah salah satu pesepakbola paling berbakat sepanjang masa. Kreativitas, visi, ketidakpastian, dan kemampuan teknisnya menjadikannya artis kuartet trek paling menonjol dan pemain paling populer di Italia.

Kemampuan bintang Budha yang dijuluki ‘Divine Ponytail’ itu sedemikian rupa sehingga terjadi kerusuhan di jalan-jalan Florence setelah kepindahannya dari Fiorentina ke Juventus pada tahun 1990, tetapi ia kemudian memenangkan Ballon d’Or – juga Serie A. , gelar Coppa Italia dan Piala UEFA – selama di Turin.

Daftar penghargaan Baggio tidak menghargai kualitas pemain.Dia mengakhiri karirnya dengan hanya dua gelar Serie A, sementara karir internasionalnya dirusak secara tidak adil oleh penalti krusial yang dia lewatkan di final Piala Dunia 1994 – pertandingan yang tidak akan pernah dimenangkan oleh Azzurri sejak awal. , jika bukan karena kejeniusan kreatif Baggio.

Tetap saja, Baggio tetap menjadi pencetak gol terbanyak keempat bersama Italia sepanjang masa dan FA Italia tidak meragukan penghargaan yang dia pegang dengan menjadikannya orang pertama yang dilantik ke Hall of Fame Italia pada tahun 2011.

Apa yang Akan Dilakukan Inter Terkait Kontrak Bek Tengah Milan Skriniar
Informasi Sepak Bola

Apa yang Akan Dilakukan Inter Terkait Kontrak Bek Tengah Milan Skriniar

Apa yang Akan Dilakukan Inter Terkait Kontrak Bek Tengah Milan Skriniar – Memperpanjang kontrak pemain sepak bola bukanlah tugas yang mudah bagi klub-klub Serie A, yang sering terjerat dalam negosiasi yang berat dengan agen ketika tiba waktunya untuk menyepakati persyaratan kesepakatan baru.

Apa yang Akan Dilakukan Inter Terkait Kontrak Bek Tengah Milan Skriniar

ascolipicchio – Contoh terbaru dari pemain terkenal yang perpanjangan kontraknya di klub tidak pernah terwujud adalah Paulo Dybala , Gianluigi Donnarumma dan Dries Mertens, yang masing-masing meninggalkan Juventus, AC Milan dan Napoli sebagai agen bebas.

Ketika itu terjadi, klub tidak hanya kehilangan bakat olahraga yang luar biasa, tetapi mereka juga kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan mereka selama sesi transfer.

Saat ini, bek tengah Inter Milan, Milan Skrinkar , menjadi nama paling menonjol dalam daftar pemain Serie A yang kontraknya habis pada Juni 2023.

Kapten tim nasional Slovakia saat ini bergabung dengan Inter Milan pada musim panas 2017 dan sejak itu menjadi salah satu bek terbaik di sepak bola Italia.

Sementara duel udara, pembacaan pertahanan dan pemblokiran tembakan adalah beberapa kemampuan utamanya, dia juga sangat nyaman dengan bola di kakinya, sedemikian rupa sehingga dia sering terlihat memilih jalur passing yang tepat di Inter Milan.

Yang mengherankan dari gaya bermain Skriniar adalah ketenangannya. Meski memiliki reputasi sebagai salah satu bek tertangguh di liga, ia jarang mendapat kartu kuning dari wasit saat menangani lawan: Anggap saja dalam 183 pertandingan Serie A bersama Inter Milan, ia menerima 17 kartu kuning dan tidak pernah dikeluarkan dari lapangan.

Di usia 27 tahun, Skriniar menggabungkan kedewasaan yang luar biasa dengan karisma, kecakapan fisik, dan IQ sepak bola yang tinggi, perpaduan keterampilan yang pasti membuatnya menjadi profil kelas dunia untuk tahun-tahun mendatang.

Bukan suatu kebetulan bahwa dalam formasi 3-5-2 Simone Inzaghi, dia adalah satu-satunya bek yang secara reguler menjadi starter di Serie A dan Liga Champions UEFA .

Baca Juga : Mengapa AC Milan Elliott Adalah Cetak Biru Untuk Bos PE

Skriniar memiliki gaji tahunan sebesar €3 juta ($3 juta) menurut perkiraan Calcio e Finanza , sementara Transfermarkt saat ini mencatat nilai pasarnya sebesar €65 juta ($64 juta).

Rumor transfer dari musim panas lalu menghubungkan pemain internasional Slovakia dengan klub sepak bola besar Eropa seperti Paris Saint-Germain, dengan raksasa Prancis dilaporkan membuat tawaran €60 juta ($59 juta) untuk menambahkan Skriniar ke lini belakang yang sudah menampilkan nama-nama terkenal seperti Sergio. Ramos, Presnel Kimpembe dan Marquinhos.

Menolak tawaran menggiurkan seperti itu masuk akal bagi Inter Milan hanya jika mereka berhasil memperpanjang kesepakatan Skriniar sebelum tanggal kedaluwarsa 30 Juni 2023.

Agen Skriniar diperkirakan akan bertemu dengan pemilik Inter Milan dalam beberapa hari mendatang dan, menurut pakar transfer Italia Gianluca di Marzio, dia akan menerima gaji tidak kurang dari €6 juta ($5,9 juta) per tahun.

Mengapa AC Milan Elliott Adalah Cetak Biru Untuk Bos PE
Informasi Klub Sepak Bola Seri B Italia

Mengapa AC Milan Elliott Adalah Cetak Biru Untuk Bos PE

Mengapa AC Milan Elliott Adalah Cetak Biru Untuk Bos PE – Itu adalah kesepakatan yang tidak pernah mereka rencanakan. Tetapi ketika para eksekutif di perusahaan investasi AS Elliott Advisors mendapati diri mereka tiba-tiba memiliki salah satu klub sepak bola terbesar di Eropa, mereka akhirnya mendapatkan emas.

Mengapa AC Milan Elliott Adalah Cetak Biru Untuk Bos PE

ascolipicchio – Lima tahun lalu, berjuang di bawah tumpukan utang yang besar dan menghadapi tahun keenamnya tanpa trofi besar, klub sepak bola Italia AC Milan berada di tengah badai keuangan.

Seorang pengusaha China bernama Li Yonghong telah membeli klub tersebut dari mantan perdana menteri Italia Silvio Berlusconi, dibantu oleh pinjaman lebih dari €300 juta dari Elliott.

Namun, pada Juli 2018, Li gagal membayar pinjaman dan Elliott, dana lindung nilai Wall Street yang pemalu media tanpa pengalaman sebelumnya menjalankan klub sepak bola, mengambil kendali Rossoneri yang terkenal tim berbaju merah dan hitam.

Fans skeptis dengan pengambilalihan Elliott. Firma tersebut telah membangun reputasi yang kejam di bawah pendirinya Paul Singer, yang pernah digambarkan oleh majalah Forbes sebagai “investor aktivis yang paling ditakuti di Wall Street”, mengumpulkan kekayaan dengan mengakuisisi saham di perusahaan yang tertekan dan melakukan agitasi untuk perubahan.

Bagaimana para pembuat kesepakatan yang kejam dari Amerika Utara ini berlaku di lapangan sepak bola?

Jawabannya datang pada bulan September tahun lalu, ketika Elliott menjual AC Milan ke RedBird Capital Partners, sebuah perusahaan ekuitas swasta, seharga €1,2 miliar, setelah menginvestasikan sekitar €700 juta selama periode lima tahun kepemilikannya, menurut lembaga pemeringkat kredit Fitch Ratings. Elliott akan mempertahankan kepentingan finansial minoritas di klub dan kursi di dewan direksi.

Baca Juga : Montrealer Mewujudkan Impian Dengan Kepemilikan Saham di Tim Sepak Bola Italia 

Dengan gaya aktivis sejati, Elliott mengawasi perombakan besar AC Milan, dan sekarang, ketika perusahaan ekuitas swasta menumpuk di sepak bola di seluruh Eropa, perubahan haluan Italia dilihat sebagai kesepakatan cetak biru di antara para bos pembelian.

Tapi bagaimana tepatnya perusahaan menjalankan strategi sepak bolanya?

“Pertama tentang menstabilkan keuangan. Utang di perusahaan telah dihapus dan tim mendanai bisnis melalui suntikan ekuitas untuk beberapa tahun pertama sebelum menghasilkan arus kas, ”kata salah satu sumber yang terlibat dalam kesepakatan itu.

Setelah suntikan uang tunai itu dilakukan dan utang dihapuskan, tim Elliott berusaha meningkatkan pendapatan dengan tiga cara: membangun aliran komersial seperti sponsor baru; untuk meningkatkan pendapatan hak media dengan memenangkan kompetisi; dan untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan dari operasi stadion.

Untuk mengembangkan operasi sponsor dan penjualannya, Elliott menyusun tim baru eksekutif keuangan sepak bola, termasuk Casper Stylsvig, mantan kepala pendapatan di Fulham FC dan kepala penjualan dan sponsor global di Manchester United, dan James Murray, mantan kepala strategi bisnis di Arsenal FC.

Maikel Oettle, sekarang direktur komersial klub, juga bergabung sebagai direktur penjualan sponsor dari grup hiburan, olahraga dan mode IMG, sementara Ivan Gazidis, yang menjalankan operasi di Arsenal FC selama lebih dari satu dekade, bergabung dengan AC Milan sebagai kepala eksekutif.

Sukses di lapangan juga menjadi prioritas utama. Untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan dari hak media, klub harus lolos ke kompetisi yang menguntungkan seperti Liga Champions dan mendapatkan bagian yang lebih besar dari uang liga dengan finis lebih tinggi di klasemen di divisi teratas, Serie A.

Mantan legenda klub Paolo Maldini dipekerjakan sebagai direktur teknis untuk meningkatkan skuad. Hendrik Almstadt, direktur analitik sepakbola yang sebelumnya bekerja di Goldman Sachs dan PE firm 3i, membangun tim data.

Pemilik juga membentuk sebuah komite yang secara longgar didasarkan pada salah satu di Liverpool FC sebuah klub yang juga dikenal dengan pendekatan bisnis yang keras terhadap permainan – di mana keputusan tingkat tinggi dibuat antara kepala eksekutif, direktur olahraga, kepala pencari bakat. , kepala analitik, dan seorang eksekutif Elliott.

Upaya klub dihargai tahun lalu dengan Scudetto penghargaan yang diberikan kepada juara divisi teratas Italia untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade setelah duel panjang musim dengan rival Inter Milan.

Melawan reputasi Elliott untuk kebijaksanaan, Gordon Singer putra pendiri Paul dan kekuatan terkemuka dalam operasi klub terlihat keesokan harinya bernyanyi di atas bus tim saat diarak melalui jalan-jalan di Milan.

Elliott juga berusaha untuk memonetisasi real estat klub: yaitu stadion ikoniknya, San Siro. AC dan Inter Milan, yang keduanya berbagi tempat saat ini, berharap untuk membangun stadion baru di dekatnya yang disebut “Katedral” sebuah kampus luas dengan fasilitas rekreasi.

“San Siro adalah produk 90 menit. Anda sampai di sana 10 menit sebelumnya dan pergi segera setelah itu berakhir. Stadion modern harus menjadi produk setengah hari: Anda tiba di sana dua jam lebih awal, mendapatkan makanan, pergi ke museum, menonton pertandingan, mampir untuk minum bir, dan bahkan mungkin mendapatkan jersey dari siapa pun yang mencetak gol, ”kata satu sumber terlibat dalam rencana-rencana itu.

Dari stadion hingga sponsor, dorongan untuk meningkatkan pendapatan digarisbawahi pada 2022, ketika klub membukukan Ebitda hampir €30 juta dan mengurangi utang bersihnya menjadi €28 juta dari €101 juta pada 2021, menurut Fitch.

Klub mencatat peningkatan pendapatan 22% pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya satu-satunya klub Italia dari tiga klub yang tercatat di Deloitte Football Money League yang membukukan peningkatan tahunan.

Pendapatan bukan satu-satunya prioritas bagi pemiliknya yang mencari keuntungan: pemotongan biaya juga menjadi fokus utama, terutama gaji pesepakbola biaya yang sangat besar dalam kepemilikan sepakbola.

Pemilik baru menolak memperbarui beberapa kontrak pemain yang lebih mahal saat habis masa berlakunya.

Kiper Gianluigi Donnarumma adalah salah satu dari mereka yang pergi, bergabung dengan Paris Saint-Germain dengan status bebas transfer setelah gagal menyetujui kontrak baru dengan klub.

Klub juga merekrut pemain yang lebih muda, menghemat kontrak yang lebih mahal untuk pemain di masa jayanya. Pada Oktober 2020, meski kehadiran striker veteran Zlatan Ibrahimovic, AC Milan memiliki tim termuda di level lima liga utama Eropa (24,5 tahun), menurut CIES Football Observatory.

Sekarang, ketika Elliott menyerahkan kendali, tantangannya adalah bagi pemilik barunya di perusahaan ekuitas swasta RedBird untuk menemukan lebih banyak pertumbuhan di klub. Giorgio Furlani, yang memainkan peran kunci di klub sebagai manajer portofolio di Elliott, akan memimpin rencana baru AC Milan setelah menggantikan Gazidis sebagai kepala eksekutif.

Gerry Cardinale, mantan veteran Goldman Sachs yang mendirikan RedBird, mengatakan di panel Sportico pada bulan November: “Pada akhirnya, ini hanyalah monetisasi kekayaan intelektual. Saya tidak terikat secara emosional sebagai penggemar hal-hal ini.”

Cardinale mungkin tidak ingin terlalu terikat sebagai penggemar, tetapi dengan ratusan juta dolar yang dipertaruhkan, dia tidak diragukan lagi akan mendukung Rossoneri karena mereka ingin meniru kesuksesan Elliott.

Montrealer Mewujudkan Impian Dengan Kepemilikan Saham di Tim Sepak Bola Italia
Sepak Bola

Montrealer Mewujudkan Impian Dengan Kepemilikan Saham di Tim Sepak Bola Italia

Montrealer Mewujudkan Impian Dengan Kepemilikan Saham di Tim Sepak Bola Italia – Pengusaha Montreal Angelo Pasto bangga dengan akar Italia-nya. Dan kini ia ingin melakukan sesuatu untuk daerah asalnya, dengan cara membeli saham minoritas di tim sepak bola Campobasso 1919.

Montrealer Mewujudkan Impian Dengan Kepemilikan Saham di Tim Sepak Bola Italia

ascolipicchio.com – Soccer Football – Euro 2020 – Group A – Italy v Wales – Stadio Olimpico, Rome, Italy – June 20, 2021 Italy line up for the national anthems before the match Pool via REUTERS/Ryan Pierse
Klub, yang bangkit dari abu waralaba dalam kesulitan keuangan, saat ini bermain di tingkat kelima Italia tetapi grup kepemilikan baru bermimpi besar – dan menikmati perjalanannya. “Jujur, ini yang paling menyenangkan yang pernah saya alami dalam waktu yang lama,” kata Pasto.

Baca Juga : ‘Tujuan Yang Tidak Pernah Ada’ – Mengejar Mantan Spur Pedro Mendes

Pasto tertarik pada sepak bola sebagian besar melalui putranya yang berusia 18 tahun, Aiden, yang merupakan penggemar beratnya. Pada tahun 2021, mereka pergi ke Naples untuk menonton pertandingan.

“Dan saya jatuh cinta dengan olahraga itu,” kata Pasto. “Kami berpikir untuk berinvestasi dalam tim kecil. Tapi itu hanya omong kosong – angan-angan – pada saat itu.

Kemudian suatu hari dia sedang menonton saluran TV multikultural lokal dan melihat wawancara dengan Matt Rizzetta, pendiri dan ketua North Sixth Group yang memiliki investasi di bidang pemasaran, media, teknologi, olahraga, dan hiburan. Rizzetta yang berbasis di New York baru saja berinvestasi di Ascoli, tim sepak bola lapis kedua Italia, dan berbicara tentang keterlibatan di Campobasso.

Hal itu menarik perhatian Pasto yang lahir di kota Ururi, sekitar satu jam perjalanan dari Campobasso, yang terletak sekitar 90 kilometer timur laut Napoli.

“Saya memutuskan untuk meneleponnya … Dan saya berteman dengannya melalui telepon,” kata Pasto, yang pekerjaannya sehari-hari adalah presiden Stanford Properties Group, sebuah perusahaan manajemen real estat yang berbasis di Montreal.

Pasto yang berusia 56 tahun memiliki gelar dari Universitas Concordia dan Universitas Pepperdine California dan mengajar di bidang keuangan dan manajemen proyek di Vanier College.

Investasi di Campobasso menempuh jalan yang rumit.

Rizzetta dan Grup Keenam Utara memperoleh minat di klub bernama SS Campobasso, pada Desember 2020. Tim tersebut memenangkan promosi ke Serie C, tingkat ketiga Italia, pada Juni 2021 hanya untuk dikesampingkan karena tidak membayar pajak.

Setelah serangkaian sidang pengadilan, klub tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk Serie C dan Serie D untuk musim 2022-23.

Musim panas lalu Rizzetta mencapai kesepakatan untuk membeli Campobasso 1919 sepenuhnya, tim tidak aktif yang pernah menjadi klub sekunder kota itu, dengan tujuan mengubahnya menjadi franchise utama Campobasso untuk menggantikan klub sebelumnya.

Mengikuti cerita dari jauh, Pasto menelepon Rizzetta tentang tim. Rizzetta, yang memiliki 30 persen saham di tim pada saat itu, mengatakan dia sedang berpikir untuk mengambil alih franchise tersebut dan apakah dia tertarik untuk bergabung.

“Dan saya melompatinya,” kata Pasto.

Keduanya membuat kesepakatan, dengan Pasto bergabung pada musim gugur sebagai investor minoritas.

“Dan kami mulai dari awal lagi. Dia menyewa seorang pelatih. Kami merekrut pemain. Kami memanfaatkan tim dan mencapai kesepakatan dengan kota Campobasso untuk menggunakan stadion. Dan bola mulai menggelinding. Dan hal berikutnya yang Anda tahu saya adalah pemilik tim sepak bola Italia, ”kata Pasto sambil terkekeh.

Pembawa acara TV Amerika Kelly Ripa dan suaminya Mark Consuelos juga menjadi bagian dari grup kepemilikan melalui keterlibatan mereka dengan North Sixth Group.

“Bayangkan keterkejutan saya ketika, saat makan malam di Montreal, Matt menyampaikan kabar tersebut kepada saya,” kata Pasto.

Consuelos menyebut Campobasso “kisah underdog klasik”.

“Ini adalah kisah penebusan, kelahiran kembali, dan harapan yang akan dimainkan di lapangan sepak bola Italia, dan kami sangat bangga berperan sebagai pemilik bersama,” tambahnya.

Ripa dan Consuelos juga berinvestasi di Ascoli.

Campobasso (17-1-0) saat ini berada di urutan kedua di liga, satu poin di belakang pemimpin dengan satu pertandingan di tangan. Kepemilikan memiliki pandangan untuk dipromosikan ke tingkat keempat setelah musim – dan melanjutkan pendakian.

“Pada dasarnya ini adalah tim yang benar-benar baru… Ini adalah struktur kepemilikan yang benar-benar baru,” kata Pasto.

“Awalnya kami tidak punya siapa-siapa. Tapi sekarang kami mendapatkan semua pemain dari tim (Serie) C.”

Campobasso bermain di stadion berkapasitas 25.000 kursi, yang terbesar di wilayah tersebut.

Awalnya tidak ada yang menginginkan bagian dari tim, termasuk sponsor, mengingat sejarah kotak-kotaknya baru-baru ini. Tetapi dengan tim yang sekarang stabil dan menang di lapangan, sponsor sudah mulai kembali.

Perusahaan Pasto adalah salah satu sponsor Campobasso dengan logonya di bagian belakang kaus tim. Perusahaan Rizzetta menjadi sponsor jersey depan.

Dan mereka memulai saluran YouTube Campobasso untuk menayangkan game secara langsung serta sorotan dan wawancara pasca-pertandingan. Harapannya adalah tim baru ini akan membantu menyoroti wilayah Molise – yang beribukotakan Campobasso – dan mendapatkan ekspatriat Italia di seluruh dunia yang memiliki akar di area tersebut untuk mengikuti klub.

Tim telah membayar dividen untuk Pasto.

“Ini membawa saya lebih dekat dengan keluarga saya di Italia dan juga membawa saya lebih dekat dengan keluarga saya di sini,” kata Pasto.

Rizzetta juga memiliki akar bahasa Italia, dengan kakek neneknya beremigrasi dari kota kecil bernama Monteleone di Puglia.

“Kami berkomitmen untuk jangka panjang untuk membawa tim sejauh yang kami bisa,” kata Pasto, yang bergabung dengan sekelompok orang Kanada terpilih dengan kepemilikan saham di tim sepak bola di luar negeri.

Pemilik CF Montreal Joey Saputo merangkap sebagai pemegang saham mayoritas di konsorsium yang membeli tim Serie A Bologna.

Aktor Kanada Ryan Reynolds memiliki saham di Wrexham, tim Welsh yang bermain di Liga Nasional tingkat kelima Inggris. Dan R. Stewart Thompson yang berbasis di Calgary dan Jason Neale yang berbasis di Kelowna adalah pemilik bersama League One tingkat ketiga Peterborough United dari Inggris.

‘Tujuan Yang Tidak Pernah Ada’ – Mengejar Mantan Spur Pedro Mendes
Sepak Bola

‘Tujuan Yang Tidak Pernah Ada’ – Mengejar Mantan Spur Pedro Mendes

‘Tujuan Yang Tidak Pernah Ada’ – Mengejar Mantan Spur Pedro Mendes – Pedro Mendes mungkin hanya menghabiskan 18 bulan bersama kami di London utara antara 2004 dan 2006, tetapi insiden luar biasa ‘gol yang tidak pernah terjadi’ melawan Manchester United di Old Trafford meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah Liga Premier.

‘Tujuan Yang Tidak Pernah Ada’ – Mengejar Mantan Spur Pedro Mendes

ascolipicchio.com – Menjelang kunjungan United hari Minggu, kami bertemu dengan mantan gelandang kami untuk meninjau kembali momen itu dan menanyakan apa yang dia lakukan sekarang…

Lawan yang gigih di jantung lini tengah selama hari-harinya di lapangan, Pedro sekarang melakukan peran yang sama di meja perundingan karena kehidupan setelah hari-harinya bermain telah membawanya ke dunia agensi sepak bola.

Baca Juga : Biografi Nicola Leali Pemain tim Sepak Bola Ascoli Calcio

Seorang pengumpan bola yang berbakat, ia memulai karir profesionalnya di klub kampung halamannya Vitoria di Guimaraes pada akhir 1990-an sebelum pindah ke raksasa Portugal Porto pada tahun 2003, di mana ia dilatih oleh Jose Mourinho. Dia mungkin hanya bermain di bawah Jose untuk satu musim, namun dalam musim itu, dia membantu Pelatih Kepala kami saat ini meraih mahkota Liga Champions pertamanya.

Musim panas berikutnya, sang gelandang sedang dalam perjalanan ke London utara saat ia bergabung dengan kami pada Juli 2004. Waktunya di sini dimulai dengan cerah; dia bermain di setiap 24 pertandingan liga pembuka kami dan kemudian mencetak gol pertamanya untuk Klub dalam kemenangan 5-2 atas Everton pada Januari 2005.

Kemudian, hanya tiga hari setelah serangan perdananya itu, kami menuju ke Old Trafford di mana momen ikonik Pedro sebagai Spur terjadi. Memasuki pertandingan, kami belum pernah memenangkan pertandingan Premier League di Theatre of Dreams, dengan permainan imbang 0-0 dan menit ke-89, kiper Manchester United Roy Carroll menumpahkan upaya spekulatif jarak jauh pemain internasional Portugal itu.

garis dan kami pikir kami memiliki kemenangan. Namun, dengan ‘kiper yang dengan cepat mengacak bola keluar dari gawangnya dan pergi, wasit tidak menyadari bahwa bola memang telah melewati garis, jadi mereka dengan kejam memutuskan untuk tidak menganugerahkan gol tersebut. Pertandingan berakhir tanpa gol.

Segera setelah itu, cedera mulai mengganggu kemajuan Pedro. Musim berikutnya dia berjuang untuk mempertahankan tempat di tim sebelum dia meninggalkan N17 ke Portsmouth pada Januari 2006. Dia menikmati dua tahun yang tak terlupakan di Fratton Park, termasuk kemenangan Piala FA yang terkenal pada tahun 2008, sebelum pindah ke Rangers di mana dia membantu. raksasa Skotlandia meraih gelar Liga ke-52 mereka.

Setelah mantranya di Glasgow, gelandang tengah kembali ke Portugal di mana ia keluar untuk Sporting CP di musim 2010/11 sebelum menyelesaikan karirnya kembali di Vitoria musim berikutnya. Dan di kampung halamannya di Guimaraes tempat dia terus tinggal hingga hari ini karena di sanalah dia mendirikan agen sepak bolanya lebih dari enam tahun yang lalu.

“Saya kembali ke rumah pada tahun 2011. Tujuan saya adalah menyelesaikan karir saya dengan tim kampung halaman saya di mana semuanya dimulai ketika saya berusia 10 tahun, jadi saya memiliki satu tahun di sana dan sekarang saya berbasis di kota saya di Guimaraes. Saya membuka agen sepak bola saya sendiri setelah itu yang telah berjalan sekitar enam atau tujuh tahun, ”jelas pria berusia 42 tahun itu.

“Dalam pekerjaan ini, pada dasarnya, saya mengalami bulan-bulan sibuk dan kemudian bulan-bulan yang sangat sepi. Kami memiliki Desember, Januari dan Februari yang cukup sibuk dan kemudian dimulai lagi pada bulan Mei, dan kemudian Anda memiliki Juni, Juli, Agustus dan September. Itu mungkin bulan-bulan bisnis utama dan kemudian di sisa tahun ini, kami mengikuti klien kami, bertemu dengan klub dan pemain.

“Ini seperti segala sesuatu dalam hidup. Beberapa kesepakatan mudah dilakukan, beberapa sangat sulit atau membuat frustrasi karena kesepakatan mungkin hampir selesai tetapi kemudian berantakan karena sedikit detail. Ketika hal-hal mendekati tenggat waktu, tetapi sesuatu masih perlu didiskusikan atau disepakati dan Anda melawan waktu, itu bisa sangat menegangkan.

Anda harus menyelesaikan kesepakatan secepat mungkin untuk membuat klien Anda senang, tetapi tentu saja, setelah level tertentu, segalanya mulai menjadi stres dan lebih rumit untuk menyelesaikan kesepakatan. Terkadang kesepakatan terjadi dan terkadang berantakan karena persyaratan tidak disepakati. Itu adalah negosiasi. Itulah bisnis.

“Ketika Anda seorang pemain, apa yang harus Anda hadapi dalam situasi ini adalah ekspektasi Anda. Ketika itu sedang terjadi dan Anda tidak melihat hal-hal yang akan terjadi, Anda mulai menjadi tidak sabar, Anda mulai menelepon agensi Anda untuk mendapatkan berita tetapi terkadang tidak ada berita yang diberikan.

Pandemi telah memberi kita cara baru untuk bertemu dan melakukan kesepakatan. Sekarang semuanya zoom rapat dan semuanya online, di ponsel atau komputer. Kami tidak dapat bepergian karena semua pembatasan, aturan karantina, dan tes COVID yang harus kami lakukan, tetapi bisnis tetap berjalan – saya tidak berhenti.”

Salah satu kesepakatan terbesar dalam karir bermain Pedro datang saat ia pindah ke White Hart Lane pada tahun 2004. Pindah ke London utara dari kota Portugal Porto, sang gelandang membuat awal yang bagus untuk hidup di ibukota, tetapi itu terjadi pada bulan Januari , 2005, di mana dia benar-benar menjadi berita utama dengan kontroversi yang disebutkan di atas di Old Trafford.

Seandainya golnya diberikan dalam pertandingan, itu bisa menjadi signifikan bagi kami untuk kembali ke kompetisi Eropa. Sebaliknya, insiden tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan menuju pengenalan teknologi garis gawang yang telah lama ditunggu-tunggu.

“Saya tahu penjaga gawang berada di luar kotaknya karena pergerakan permainan dan saya tahu jika bola datang kepada saya, hal pertama yang harus saya lakukan adalah membidik gawang,” kenangnya. “Untungnya bola masuk ke saya dan saya hanya mengambil tembakan, mengambil kesempatan saya untuk mencetak gol. Itu hanya insting saya. Sebenarnya, itu ternyata tembakan yang cukup bagus tapi tidak apa-apa! Anda bisa melihat itu telah melewati batas.

Anda bisa melihat penjaga gawang berlari kembali ke gawangnya dan Anda bisa melihat kakinya di garis gawang, jadi jika bola melewatinya, itu akan berada di dalam gawang. Itulah perasaan saya saat itu. Saya tidak bisa mengatakan saya 100 persen yakin bola telah melewati garis di lapangan, tapi saya hampir yakin. Lalu ketika saya melihatnya di TV sebenarnya… yah, saya tidak punya kata-kata untuk itu.

Biografi Nicola Leali Pemain tim Sepak Bola Ascoli Calcio
Sepak Bola

Biografi Nicola Leali Pemain tim Sepak Bola Ascoli Calcio

Biografi Nicola Leali Pemain tim Sepak Bola Ascoli Calcio – Nicola Leali adalah selebriti terkenal dari Italia. Jadi, mari kita lihat fakta kehidupan pribadi dan publik Nicola Leali, Wikipedia, bio, pasangan, kekayaan bersih, dan detail karier. Nicola Leali lahir di Castiglione delle Stiviere pada tahun 1993.

Biografi Nicola Leali Pemain tim Sepak Bola Ascoli Calcio

Umur, Tanggal Lahir, Agama, dan Tempat Lahir

ascolipicchio.com – Jika Anda mungkin ingin tahu lebih banyak tentang Nicola, kami juga membahas detail pribadi lainnya.
Bagian ini akan mendapatkan detail umur, tanggal lahir, agama, kampung halaman, kebiasaan makan, dan tempat lahir Nicola.

Nicola Leali lahir pada 17 Februari 1993 di . Usia Nicola adalah 28 tahun pada tahun 2021 dan tempat kelahirannya adalah .

Saat ini, Dia tinggal di , dan bekerja sebagai Atlet.
Berdasarkan kewarganegaraan, Dia orang Italia, dan saat ini, kebiasaan makannya adalah campuran vegetarian & non-vegetarian.

Dia juga memuja semua dewa dan dewi dan juga merayakan semua festival.
Hobinya adalah akting. Dia suka berakting di film dan pertunjukan.

Tinggi, Berat Badan, Dan Ukuran Tubuh

Tinggi Nicola adalah 188 cm dan terlihat tinggi saat berdiri bersama teman-temannya. Meskipun dia sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan teman-temannya, dia tetap berhasil mempertahankan berat badannya. Berat badannya sekitar 78 kg dan dia selalu berolahraga untuk mempertahankannya.

Baca Juga : XI Terbaik untuk Mewakili AC Milan dan Juventus 

Dia suka melakukan latihan secara teratur dan juga menyuruh orang lain untuk melakukan itu. Menurut Nicola, Anda harus rutin berolahraga agar tetap fit. ukuran tubuhnya tidak tersedia saat ini, tetapi kami akan segera memperbaruinya.

Fakta Cepat yang Perlu Anda Ketahui

1993

Nicola Leali (lahir 17 Februari 1993) adalah pemain sepak bola profesional Italia yang saat ini bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Serie B Ascoli, dengan status pinjaman dari Perugia.

2011

Lahir di Castiglione delle Stiviere, Italia, Leali memulai karir mudanya dengan Brescia Calcio dan bermain untuk Brescia Primavera dari 2009 hingga 2011. Selama musim Serie B 2009-10, Sergio Viotti berlatih dengan tim utama dan tidak bermain untuk tim cadangan. , tapi di Musim 2010–11, Leali-lah yang mendapatkan promosi ke tim utama.

Michal Hrivňák adalah pilihan pertama dari cadangan (12 pertandingan) sementara Leali memainkan 9 pertandingan. Dia juga memulai karir profesionalnya dengan Brescia, setelah dipanggil ke tim utama untuk pertama kalinya pada tahun 2010. Awalnya, Leali adalah penjaga gawang pilihan ketiga klub untuk musim Serie A 2010–11, di belakang veteran Matteo Sereni, dan Michele Arcari, dan dipanggil ke bangku cadangan 17 kali menyusul cederanya Sereni, yang mengakhiri kontraknya dengan Bresica setelah gagal mendapatkan kembali tempatnya di tim setelah kembali dari cedera.

Leali melakukan debut Serie A untuk klub pada 15 Mei 2011 dengan kekalahan 1-0 melawan Cesena. Dia secara resmi dipromosikan ke tim utama pada Juli 2011, menjelang kampanye Serie B 2011-12 setelah klub terdegradasi dari Serie A pada tahun 2011. Dia memulai musim baru sebagai penjaga gawang pilihan pertama klub, di depan Arcari dan rekan-rekannya. Produk muda Brescia Andrea Caroppo, meski akhirnya kehilangan tempatnya.

Di paruh kedua musim Michele Arcari menjadi pilihan pertama setelah Leali gencar dikaitkan dengan transfer ke tim Italia lainnya. menjelang kampanye Serie B 2011-12 setelah klub terdegradasi dari Serie A pada tahun 2011. Dia memulai musim baru sebagai penjaga gawang pilihan pertama klub, di depan Arcari dan sesama produk pemuda Brescia Andrea Caroppo, meskipun dia akhirnya kehilangan tempatnya. .

Di paruh kedua musim Michele Arcari menjadi pilihan pertama setelah Leali gencar dikaitkan dengan transfer ke tim Italia lainnya. menjelang kampanye Serie B 2011-12 setelah klub terdegradasi dari Serie A pada tahun 2011. Dia memulai musim baru sebagai penjaga gawang pilihan pertama klub, di depan Arcari dan sesama produk pemuda Brescia Andrea Caroppo, meskipun dia akhirnya kehilangan tempatnya. . Di paruh kedua musim Michele Arcari menjadi pilihan pertama setelah Leali gencar dikaitkan dengan transfer ke tim Italia lainnya.

2012

Pada Juni 2012 Leali pergi ke Turin untuk menjalani pemeriksaan medis di Clinica Fornaca di Sessant dan Istituto di Medicina dello Sport untuk meresmikan kemungkinan transfer ke Juventus. Kesepakatan itu secara resmi selesai pada 3 Juli 2012, dengan bayaran €3,8 juta. Dia menghabiskan 6 musim bersama Si Nyonya Tua, tapi kebanyakan dipinjamkan ke klub lain.

Pada 30 Agustus 2012, Leali dipinjamkan ke tim Serie B, Lanciano dengan perjanjian pinjaman satu tahun. Selama masa pinjamannya di klub lapis kedua, Leali tampil dalam 37 pertandingan liga. Leali kembali ke Juventus pada 30 Juni 2013.

2013

Sekembalinya ke Juventus, dia sekali lagi dipinjamkan, ke klub Serie B Spezia Calcio pada 30 Juli 2013. Dia bergabung dengan tim lapis kedua dengan kesepakatan pinjaman satu musim dengan opsi untuk membeli setengah dari kontrak pemain di akhir musim Serie B 2013–14. Dia melakukan debutnya untuk Spezia pada 25 Agustus 2013 dengan hasil imbang 0-0 di kandang Cittadella, dan menyelesaikan musim dengan 39 penampilan liga. Dia kembali ke Juventus pada 30 Juni 2014 setelah berakhirnya perjanjian pinjaman.

Leali telah mewakili Italia di level U-17, U-18, U-19, U-20, dan U-21. Dia juga mewakili Italia di Kejuaraan Sepak Bola U-21 Eropa UEFA 2013 di Israel.

2014

Pada 7 Juli 2014, Leali secara resmi bergabung dengan tim promosi Serie A Cesena dengan kontrak pinjaman selama satu musim yang berakhir pada 30 Juni 2015. Leali juga menandatangani kontrak baru berdurasi 5 tahun dengan Juve pada 2014.

2015

Pada 13 Juli 2015, Leali secara resmi bergabung dengan tim promosi Serie A Frosinone dengan kesepakatan pinjaman selama satu musim yang berakhir pada 30 Juni 2016. Leali menjadi pilihan pertama, di depan Francesco Bardi.

2016

Pada 7 Juli 2016, Leali resmi bergabung Musim 2016–17, Superleague Olympiakos dengan kesepakatan pinjaman selama satu musim yang berakhir pada 30 Juni 2017, dengan klausul pembelian € 3 juta yang dilaporkan di akhir musim. Pada 22 September 2016, menurut manajer kiper Olympiakos Sergio Battistini, telah diputuskan bahwa Leali akan bermain di pertandingan UEFA, serta Piala Yunani, dan Yunani Stefanos Kapino akan menjadi pilihan pertama Paulo Bento untuk Liga.

2017

Pada tanggal 9 dan 16 Maret 2017, Leali menjadi penjaga gawang utama di kedua pertandingan babak 16 besar Liga Eropa UEFA melawan Besiktas, tetapi sebagian besar dianggap bertanggung jawab atas tersingkirnya timnya karena setidaknya tiga kesalahan penjaga gawang yang serius, satu di pertandingan kandang dan dua di pertandingan kandang. jalan; pertandingan masing-masing berakhir 1–1 dan 4–1 untuk pihak Turki.

Pada 27 Juli 2017, Leali dipinjamkan ke Zulte Waregem. Dia meninggalkan klub pada bulan Januari setelah membuat enam penampilan di liga nasional dan dua di Liga Eropa UEFA.

2018

Pada 26 Januari 2018, Leali bergabung dengan tim Serie B Perugia dengan status pinjaman selama sisa musim, dengan kewajiban untuk mengontrak Leali di akhir musim dengan biaya transfer €2,5 juta. Dia menandatangani kontrak yang akan berlangsung hingga 30 Juni 2021.

2019

Pada 29 Januari 2019, Leali bergabung dengan Foggia dengan status pinjaman hingga 30 Juni 2019.

Pada 2 September 2019, dia dipinjamkan ke Ascoli hingga 30 Juni 2021. Di saat yang sama, sesama penjaga gawang Andrea Fulignati pindah ke Perugia dengan formula yang sama.

XI Terbaik untuk Mewakili AC Milan dan Juventus
Uncategorized

XI Terbaik untuk Mewakili AC Milan dan Juventus

XI Terbaik untuk Mewakili AC Milan dan Juventus – Delapan putaran pertama musim Serie A telah berlalu seperti yang diharapkan banyak orang. Seperti yang terus mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir, Juventus sekali lagi duduk di puncak klasemen, dengan juara bertahan sudah menikmati keunggulan lima poin atas rival domestik mereka.

XI Terbaik untuk Mewakili AC Milan dan Juventus

ascolipicchio.com – Secara luas diharapkan bahwa Bianconeri akan memenangkan gelar keenam berturut-turut di akhir musim, mencetak rekor baru di sepanjang jalan. Namun, AC Milan yang duduk di posisi kedua harus menjadi kejutan besar, dengan sedikit yang mengharapkan raksasa yang sakit itu menjadi kompetitif musim ini.

Namun di sana mereka bersama AS Roma , dengan pelatih Vincenzo Montella mengawasi awal terbaik klub untuk satu musim sejak 2010/11, yang kebetulan saat terakhir kali mereka mengklaim Scudetto mereka sendiri.

Jelas tidak ada yang mengharapkan mereka untuk tetap berada dalam jarak sedekat itu dengan para pemimpin, tetapi pemandangan Rossoneri — yang dalam tiga tahun terakhir telah finis di urutan 8, 10 dan 7 — bertarung di tempat-tempat itu membuat sebagian besar penggemar sepak bola Italia tersenyum.

Baca Juga : Juventus Dalam Krisis : Tangisan Dan Lanskap Sepak Bola Italia

Milan di dekat puncak adalah yang dibutuhkan Calcio,” kata pendukung Rossoneri Gino kepada Bleacher Report. “Ini mengembalikan kegembiraan yang kurang dari kami dan memulihkan semacam tatanan tak tertulis untuk penggemar sepak bola; Milan menantang Juventus!”

Dia menambahkan bahwa “tatanan sepakbola entah bagaimana dipulihkan dengan meja seperti ini” dan Sabtu ini melihat kedua musuh lama itu saling berhadapan di San Siro, pertandingan antara tim Calcio yang paling berprestasi.

Begitu banyak pemain hebat telah tampil dalam bentrokan antara dua klub raksasa ini, dengan beberapa pemain terpilih telah mewakili keduanya selama karir bintang mereka. Berikut ini adalah susunan pemain terbaik yang pernah mewakili Milan dan Juve, dimulai dengan pilihan sulit di antara tiang gawang.

Mungkin penjaga gawang paling terkenal yang pernah tampil di kedua tim adalah Christian Abbiati, namun masa jabatannya yang singkat dengan Bianconeri hanya berlangsung satu musim. Gigi Buffon mengalami dislokasi bahu dalam pertandingan persahabatan pramusim di musim panas 2005, dan Milan mengizinkan pemain mereka untuk menggantikannya dengan status pinjaman.

Abbiati hanya akan membuat 19 penampilan, yang berarti dia kehilangan tempat di XI gabungan ini dari Marco Storari, yang tampil jauh lebih baik dengan raksasa Turin. Seorang pemain pengganti jangka panjang untuk Buffon, ia memenangkan empat gelar liga bersama Bianconeri sebelum berangkat ke Cagliari musim panas lalu.

Sebelum itu, Storari menjadi cadangan di Milan, mengklaim medali pemenang Liga Champions UEFA pada 2007 meski tidak tampil dalam kompetisi tersebut. Fans Juve dan Rossoneri merayakan hari Minggu ini setelah dia membantu Cagliari mengalahkan Inter, tetapi pemain berikutnya dalam daftar tidak dapat disangkal membuat dampak yang lebih besar.

Gianluca Zambrotta memulai hidup sebagai pemain sayap kanan biasa bersama Como dan Bari , tetapi kariernya berubah di Juventus. Menyusul penandatanganan Mauro Camoranesi, pelatih Marcello Lippi memutuskan untuk mengubahnya menjadi bek kiri, dan dia tidak akan pernah melihat ke belakang.

Bermain dengan energi tak terbatas, intuisi bertahan yang baik, dan kemampuan yang luar biasa untuk mengumpan bola, Zambrotta membantu Nyonya Tua memenangkan empat gelar liga dan menjadi bagian dari kemenangan Piala Dunia FIFA 2006 Italia.

Pindah ke Barcelona ketika Bianconeri terdegradasi musim panas itu sebagai hukuman atas Skandal Kalsiopoli, ia kembali ke Italia bersama Milan dua tahun kemudian, membantu mereka mengklaim gelar Serie A pada 2010/11 di bawah pelatih Massimiliano Allegri.

Bergabung dengannya di lini pertahanan adalah Nicola Legrottaglie, yang membantu Bianconeri memenangkan gelar Serie B pada 2006/07 dan akhirnya pergi untuk bergabung dengan Milan pada 2011, membuat satu penampilan saat mereka merebut Scudetto tersebut.

Di sampingnya adalah salah satu bek tengah Italia yang paling kurang dihargai di Sandro Salvadore. Dikenal sebagai “Old Billy” karena kekagumannya pada Billy Wright dari Inggris, dia memenangkan dua gelar liga di Milan sebelum menjadi kapten Juventus selama empat tahun, memenangkan tiga Scudetti lagi dan membantu mereka mencapai final Piala Eropa 1973.

Mereka akan kalah dari Johan Cryuff dan Ajax meskipun upaya terbaik dari seorang bek yang juga membantu Italia mengklaim kemenangan di Kejuaraan Eropa UEFA 1968 — satu-satunya saat Azzurri memenangkan turnamen itu.

Di posisi bek kiri adalah Alessandro Orlando, yang memenangkan gelar ganda Liga Champions Serie A bersama Milan pada 1994 sebelum bergabung dengan Bianconeri 12 bulan kemudian. Di sana ia memenangkan gelar ganda liga dan piala, kalah tipis di final Piala UEFA dari Parma dan dengan cepat beralih ke Fiorentina .

Orang berikutnya di lembar tim membutuhkan sedikit pengenalan. Setelah memenangkan Liga Champions bersama Ajax, Edgar Davids bergabung dengan Milan pada 1996, menghabiskan 18 bulan bersama Rossoneri sebelum dijual ke Juventus, di mana ia menikmati kesuksesan luar biasa di bawah asuhan Marcello Lippi.

Mereka tidak pernah bermain bersama di level klub, tetapi Andrea Pirlo bisa dibilang menikmati lebih banyak kesuksesan bersama Juventus dan Milan daripada pemain lainnya. Maestro lini tengah menghabiskan satu dekade dengan yang terakhir, menjadi salah satu pengumpan terbaik dunia dan memenangkan tidak kurang dari sembilan trofi, ditambah Piala Dunia 2006.

Namun pada 2011, Rossoneri secara misterius membiarkannya pergi. Pirlo bergabung dengan Nyonya Tua dengan status bebas transfer, memenangkan empat gelar liga lagi dan membuat dirinya disayangi oleh sekelompok penggemar lainnya dalam prosesnya.

Patrick Vieira mungkin paling terkenal pada masanya bersama Arsenal , tetapi sebelum dia mengikuti Arsene Wenger ke London utara, pemain Prancis itu membuat dua penampilan singkat di lini merah dan hitam Milan. Hampir satu dekade kemudian, dia bergabung dengan Juventus, hanya menghabiskan satu musim bersama Bianconeri sebelum bergabung dengan Inter Milan .

Di depan trio gelandang duduk Roberto Baggio, mungkin pemain paling berbakat yang pernah dihasilkan Italia. Memulai karirnya dengan Vicenza dan Fiorentina, dia memperkenalkan dirinya ke dunia sepakbola yang lebih luas dengan masa lima tahun di Juventus di mana dia menjadi pemain terbaik di planet ini.

Mengangkat Piala UEFA, gelar Serie A dan Coppa Italia, ia juga terpilih sebagai pemenang Ballon d’Or 1993 dan Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tahun 1993 sebagai pengakuan atas penampilannya yang luar biasa.

Baggio juga membawa Italia ke final Piala Dunia 1994, bergabung dengan Milan setahun kemudian dan memenangkan Scudetto dalam satu-satunya musim bersama Rossoneri. Keahliannya, kecakapan mencetak gol, dan kecemerlangannya tidak bisa diremehkan, sementara kemampuannya yang menakjubkan membuat para pemain bertahan dan penggemar sama-sama tercengang dengan apa yang bisa dia lakukan.

Itu sangat jarang terjadi pada Pippo Inzaghi, tetapi dia pasti bisa mencetak gol. Striker tersebut telah bermain untuk empat klub saat ia bergabung dengan Juventus pada musim panas 1997, namun ia mencetak 89 gol dalam 165 penampilan sebelum pindah ke Milan.

Di sana ia mengklaim 10 trofi dalam 11 musim, mencetak 126 gol dalam 300 pertandingan, dengan salah satu rekan setimnya menjadi pemain terakhir di XI bersama ini. Zlatan Ibrahimovic baru berusia 22 tahun ketika dia menandatangani kontrak dengan Juventus pada 2004, dengan pelatih Fabio Capello membantunya berkembang menjadi striker mematikan yang akhirnya menjadi dirinya.

Setelah dua musim dia akan bergabung dengan Inter, kemudian Barcelona sebelum kembali ke semenanjung bersama Milan pada musim panas 2010. Mengantongi 56 gol hanya dalam 85 penampilan, bintang Swedia itu mengangkat Rossoneri meraih Scudetto, dan dia mengakhiri kampanye terakhirnya bersama Milan di posisi kedua di belakang Juventus.

Juventus Dalam Krisis : Tangisan Dan Lanskap Sepak Bola Italia
Berita Blog Informasi Jadwal Klub Pertandingan Sepak Bola

Juventus Dalam Krisis : Tangisan Dan Lanskap Sepak Bola Italia

Juventus Dalam Krisis : Tangisan Dan Lanskap Sepak Bola Italia – Setelah memenangkan sembilan gelar Serie A berturut-turut, Juventus menjadi kurang dominan dalam beberapa musim terakhir. Nyonya Tua finis keempat pada 2020/21 dan sekali lagi pada 2021/22 dan raksasa Italia itu tidak pernah bersaing untuk merebut kembali Scudetto. Di Eropa, klub juga kesulitan membangun momentum. Tersingkir secara mengejutkan melawan Villarreal di Babak 16 membuat Juventus tersingkir dari Liga Champions di awal musim 2021/22.

Juventus Dalam Krisis : Tangisan Dan Lanskap Sepak Bola Italia

ascolipicchio – Klub kini gagal melewati tahap kompetisi ini dalam tiga musim terakhir. Dengan klub dalam krisis, Juventus berada dalam bahaya tertinggal dari rival mereka Inter Milan, dan mungkin bahkan mengikuti jalan yang sama seperti Manchester United dan kehilangan supremasi jangka panjang mereka di puncak sepakbola Italia.

Perjuangan Juventus

Max Allegri kembali menangani Juventus pada awal musim lalu menyusul kepergian Andrea Pirlo. Di pramusim, ada optimisme bahwa dia bisa menjadi penantang gelar, meski pemain bintang Cristian Ronaldo pergi. Allegri mengambil alih skuad muda yang tampaknya memiliki perpaduan yang tepat antara pemuda dan pengalaman. Pelatih asal Italia itu memiliki pemain muda seperti Matthijs de Ligt,Moise Kean,Weston McKennie dan Dušan Vlahovi? yang bisa belajar dari bintang-bintang mapan termasuk Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Namun, Si Nyonya Tua tampil buruk di awal musim Serie A mereka. Mereka membuat start terburuk mereka dalam 60 tahun dan pada pertengahan September, mereka berada di zona degradasi setelah empat pertandingan.

Akhirnya, Bianconeri menemukan kembali beberapa bentuk pertengahan musim yang membantu mereka menantang tempat Eropa. Tapi Juventus tidak pernah konsisten, dengan rentetan empat kemenangan beruntun antara akhir September dan Oktober menjadi periode terbaik mereka. Selain itu, hasil buruk sepanjang musim akhirnya memperlebar jarak antara Juventus dan penantang gelar AC dan Inter. Mereka kehilangan poin melawan Verona, Venezia, Torino dan Bologna sepanjang kampanye mereka. Di akhir musim, jaraknya sudah jelas, dengan AC memenangkan Scudetto 16 poin di depan Juventus.

Mampukah Juventus yang Dihantam Krisis Tetap Bertahan di Serie A?

Tampaknya masalah sedang berlangsung di Allianz Stadium di pramusim. Pembangunan kembali skuad penuh harapan Allegri telah terhenti dan pelatih Italia itu tidak dapat mengganti pemain kunci yang pergi musim panas ini. Pemain veteran, Paulo Dybala, Chiellini, Federico Bernardeschi dan Alvaro Morata semuanya meninggalkan klub pada akhir musim lalu. Sejauh ini, Juventus telah mengontrak Paul Pogba, Angel Di Maria dan Federico Chiesa di bursa transfer musim panas, tetapi hanya waktu yang akan menentukan apakah itu cukup untuk memulai musim berikutnya.

Baca Juga; Krisis Sepak Bola Italia: Masih Gagal Di Eropa

Selain itu, bek berbakat de Ligt terus menarik minat dari klub-klub top Eropa dan kehilangan pemain kunci lainnya dapat merusak harapan gelar Juventus. Saat ini, ada kesenjangan yang sangat besar antara Juventus dan 2 penantang utama mereka, AC Milan dan Inter Milan. Namun, meski dengan musim mengecewakan mereka selama 2 tahun sebelumnya, bandar taruhan tidak sepenuhnya setuju. Misalnya, menurut situs ini , kami dapat menemukan pembuat peluang dengan peringkat paling tinggi untuk taruhan olahraga dan melihat-lihat untuk menemukan AC Milan, Inter Milan, dan Juventus mana yang paling dianggap untuk musim mendatang.

AC Milan baru saja mengalahkan rival sekota mereka untuk meraih Scudetto pertama mereka dalam satu dekade dan mereka tampaknya memiliki momentum di bawah mantan legenda Fiorentina Stefano Pioli. Tapi, Inter menunjukkan konsistensi yang bisa membantu mereka merebut kembali gelar Serie A dari AC. Dalam tiga musim terakhir, Inter finis di dua tempat teratas di liga, hanya kalah dari AC dengan selisih dua poin di akhir musim lalu.

Di mana Inter dan AC Milan memiliki rencana yang jelas untuk bergerak maju, Juventus tertinggal. Kekhawatiran seputar perubahan skuad Juventus dan kepergian beberapa pemain paling berpengalaman dan berprestasi mereka bisa menjadi penentu dalam perburuan gelar musim ini. Selain itu, dengan satu bulan tersisa sebelum musim dimulai, Nyonya Tua akan semakin tertinggal kecuali mereka dapat menyusun rencana yang kohesif untuk musim 2022/23.

Krisis Sepak Bola Italia:  Masih Gagal Di Eropa
Berita Blog Informasi Sepak Bola Sepakbola

Krisis Sepak Bola Italia: Masih Gagal Di Eropa

Krisis Sepak Bola Italia: Masih Gagal Di Eropa – Italian football masih berjuang untuk bangkit kembali. Sementara jumlah uang yang dihabiskan untuk transfer telah meningkat ( Seri A adalah liga dengan pengeluaran tertinggi kedua musim panas ini setelah Liga Premier) dan permainannya menyenangkan (rata-rata 2,44 gol setiap pertandingan), hasil di Eropa masih jauh dari apa yang diharapkan. diinginkan. Gagal lolos ke Piala Dunia lainnya, kemenangan Italia di Euro 2020 dan kemenangan Roma di Liga Konferensi Eropa tampaknya tidak signifikan.

Krisis Sepak Bola Italia: Masih Gagal Di Eropa

ascolipicchio – Tidak ada tim Italia yang memenangkan Liga Champions sejak treble Inter tahun 2010. Sejak saat itu Juventus kalah di dua final Liga Champions dan Inter kalah di final Liga Europa. Klub Italia sekali lagi memulai dengan buruk di Eropa. Meski jadwalnya menantang, baik Inter maupun Juventus tidak mampu melawan Bayern Munich dan PSG . Hanya dua tim Lazio dan Napoli dari tujuh rekor kemenangan Italia.

Masalah di tingkat akar rumput

“Apa yang terjadi melawan Makedonia (di play-off Piala Dunia) adalah apa yang terjadi dengan klub-klub Italia selama 12 tahun,” kata Arrigo Sacchi beberapa bulan lalu. “Kami belum memenangkan apa pun di Eropa sejak 2010, Kejuaraan Eropa adalah pengecualian yang luar biasa. Kami terus membeli orang asing untuk klub dan sektor yunior penuh dengan orang asing.” Namun, terlepas dari kenyataan bahwa tim pemuda Italia berpartisipasi di hampir semua kompetisi pemuda internasional, para pemain muda yang menonjol tidak pernah melakukan transisi ke jajaran profesional.

Merupakan hal yang tidak biasa, kecuali ada keadaan luar biasa, melihat seorang pemain pindah langsung dari Primavera ke tim utama. Beberapa pemain muda yang saat ini menonjol di klub papan atas antara lain Davide Calabria, Fabio Miretti, Nicola Zalewski , atau Caleb Okoli. Para pemain muda harus menanggung pinjaman yang tak terhitung jumlahnya di Serie B atau Serie C.

Stadion dari abad ke-20

Italia ingin menjadi tuan rumah Kejuaraan Eropa 2032 sampai Aleksander Ceferin memukul mereka dengan kenyataan pahit. “EURO 2032? Italia tidak punya stadion yang bisa menjadi tuan rumah final Liga Champions. Stadion Juventus atau Stadion Udine oke untuk final Liga Europa. Selebihnya tidak mungkin,” ucapnya.Hanya Juventus, Udinese, Atalanta , dan Sassuolo yang memiliki stadion milik klub di Serie A, yang mengakibatkan prosedur birokrasi yang tidak berkesudahan setiap kali perubahan infrastruktur diinginkan.

Baca Juga; Bagaimana Silvio Berlusconi Sebagai Pemilik AC Milan Membentuk Sepak Bola Modern?

San Siro yang baru adalah ilustrasi yang paling jelas. Dibutuhkan banyak diskusi, inisiatif, dan jutaan dolar dari kedua tim sebelum pembangunan dapat direncanakan. Selain itu, sepertinya tidak akan dimulai dalam waktu dekat. Mencoba meniru model Liga Premier. Masuknya uang asing ke sepak bola Inggris menjadi salah satu faktor utama berkembangnya Liga Inggris seperti yang kita kenal sekarang. Klub terkuat di Inggris diakuisisi oleh pemilik dari seluruh dunia, yang juga memperkenalkan perspektif baru ke Liga Premier.

Sepak bola Italia sejak itu mengadopsi konsep itu. Ada juga banyak pemilik asing di divisi bawah (Serie B atau Serie C). Berinvestasi di Serie A didorong oleh klub-klub murah dan potensi liga. Birokrasi mencegah adopsi ide apa pun (semua pemilik asing menginginkan stadion baru, tapi …). Jika bukan itu, pertemuan Lega Serie A terkadang menimbulkan pertengkaran di antara pemilik klub.

Selain itu, ada kebuntuan terkait hak siar TV Serie A. Sepak bola Italia hampir menjadi tempat berkembang biak bagi klub-klub Inggris yang jauh lebih kaya karena kontras yang hampir memalukan dengan Liga Premier. Bagaimana kita bisa menuntut mereka bersaing di Eropa jika tim terbawah di Liga Premier menghasilkan lebih banyak uang setiap musim daripada juara Serie A?

Bagaimana Silvio Berlusconi Sebagai Pemilik AC Milan Membentuk Sepak Bola Modern?
Informasi Klub Sepak Bola

Bagaimana Silvio Berlusconi Sebagai Pemilik AC Milan Membentuk Sepak Bola Modern?

Bagaimana Silvio Berlusconi Sebagai Pemilik AC Milan Membentuk Sepak Bola Modern?Pada hari ini di tahun 1986, Silvio Berlusconi membeli AC Milan yang sedang kesulitan dan mengubahnya menjadi klub super modern pertama dalam sepak bola membuka jalan bagi Premier League. Dengan kepergian Berlusconi dan Milan mundur ke keadaan biasa-biasa saja sekali lagi, inilah kisah 30 tahun di puncak.

Bagaimana Silvio Berlusconi Sebagai Pemilik AC Milan Membentuk Sepak Bola Modern?

ascolipicchio – Pada pagi hari tanggal 8 Juli 1986, 10.000 Milan(terbuka di tab baru) penggemar berkumpul di stadion Arena Civica kota, tepat di seberang Taman Sempione dari kastil Sforzesco yang ikonik. Dengan hujan di udara, rombongan dansa bernama Drive In baru saja selesai melakukan tugas mereka, ketika Wagner’s Ride of the Valkyrie tiba-tiba mulai meledak di atas pengeras suara.

Pembawa acara, seorang presenter TV untuk saluran Italia Uno , mengatakan kepada orang banyak yang menunggu untuk melihat ke langit, di mana tiga helikopter Agusta terlihat. Wagner memudar ke latar belakang saat Berlusconi melangkah maju untuk memegang mikrofon. Il Presidente berbicara tentang menjadi milanista seumur hidup , tidak ada bedanya dengan suporter lainnya (bahkan jika rumor masih bertahan bahwa dia masih kecil Inter(terbuka di tab baru) kipas). Dia ingin melihat kembalinya tontonan (kata kunci yang sering terdengar) dan percaya di atas segalanya bahwa sepak bola pada akhirnya adalah permainan yang mudah dan sederhana untuk dimainkan.

Baca Juga : Sepak Bola Serie A Italia Dibanjiri Uang AS 

Setelah kira-kira setengah jam, tetesan hujan telah berkembang menjadi hujan lebat di musim panas dan upacara dihentikan. Dengan kerumunan lari untuk mencari tempat berlindung, semua orang melompat kembali ke helikopter, terbang ke vila Berlusconi di luar kota dan meninggalkan meja-meja yang sarat dengan canape dan kue yang semakin basah. Spanduk dengan tulisan ‘Grazie Silvio!’ berkibar tertiup angin. Awal 1980-an tidak baik untuk Milan. Sebelum Marco van Basten ada Mark Hateley; sebelum Ruud Gullit ada Ray Wilkins. Dan sebelum Berlusconi ada Giuseppe Farina, yang dikenal pedas sebagai Il Agricoltore (‘petani’) dan diberhentikan sebagai provinsi dengan jerami di telinganya, kurang karisma yang dibutuhkan untuk menjalankan klub bergengsi tersebut. Bukan berarti ada banyak prestise di sekitarnya.

Pada tahun 1980 Milan telah diturunkan ke Serie B dengan aib sebagai bagian dari skandal taruhan ilegal Totonero, hanya setahun setelah memenangkan Scudetto ke-10 mereka (dan dengan itu hak untuk memakai bintang emas di baju mereka). Mereka langsung bangkit lagi tetapi, dibebani hutang dan berjuang untuk menarik pemain yang layak, terdegradasi sekali lagi. Joe Jordan, yang bergabung dari Manchester United pada musim panas 1981, hanya memberikan sedikit pengaruh di musim pertamanya, tetapi golnya membantu mendorong klub kembali ke papan atas Italia. Penandatanganan Luther Blissett pada tahun 1983 telah menjadi legenda, tetapi mantan pemain Watford itu adalah pemenang Sepatu Emas, pencetak gol terbanyak Eropa dan jelas merupakan target man yang sangat mumpuni.

Namun, kegagalan Blissett untuk beradaptasi dengan kehidupan di Serie A telah menjadi gejala malaise yang menyengsarakan Milan. Namun, ada beberapa petunjuk tentang masa depan yang lebih cerah. Baresi, yang ditolak oleh Inter , telah naik pangkat untuk mengambil peran libero pada usia 18 tahun dan dipuji secara luas sebagai Beckenbauer baru. Kedatangan Wilkins dan Hateley pada tahun 1984 (yang pertama dari Manchester United; yang terakhir dari Divisi Dua Portsmouth, meskipun Farina awalnya mencoba untuk mengklaim bahwa dia adalah pemain Liverpool ) disambut dengan antusiasme yang mengejutkan, mengingat masa-masa sulit para pendahulu Inggris mereka.

“Mereka seperti menghirup udara segar,” kenang Baresi. “Mereka adalah profesional besar, nama besar pada saat itu, dan mereka memiliki optimisme yang besar tentang mereka. Sayangnya itu hanya waktu yang buruk Milan tidak pernah dalam kondisi terbaiknya saat mereka berada di sana.” Alih-alih pria penghubung bola persegi dalam ingatan populer, Wilkins dielu-elukan sebagai regista yang bonafid ; seorang pengumpan bola yang luar biasa yang bisa membuka permainan dari lini tengah. Wilkins selalu menampilkan performa yang sangat mulus, tetapi tidak pernah menandingi rekan setimnya di Inggris dalam taruhan pahlawan kultus.

Hateley yang berusia 22 tahun adalah kuantitas yang tidak diketahui, ditandatangani atas rekomendasi pelatih muda Capello, yang telah melihatnya bermain untuk Inggris U21 dan kemudian mencetak gol untuk tim nasional penuh dalam pertandingan persahabatan musim panas melawan Brasil.
“Itu adalah gol run-of-the-mill untuk penyerang tengah pada masa itu: sundulan tiang jauh,” kenang Hateley. “Saya tidak pernah memiliki firasat apa artinya itu. Saya tidak mempertimbangkan besarnya apa yang terjadi sampai telepon berdering. Itu adalah Ray Wilkins, yang telah menandatangani prakontrak dengan Milan saat Paskah. Dia mendapat telepon dari kekuatan yang ada di klub menanyakan apakah saya akan tertarik. Saya pikir dia mengambil mickey.

Dijuluki ‘Attila’ karena kunciannya yang mengalir dan gaya bertarungnya (tetapi juga karena orang Italia kesulitan mengucapkan nama belakangnya), Hateley adalah orang Inggris yang tidak dilarang. “Saya suka pertarungan,” katanya kepada seorang jurnalis dari La Gazzetta dello Sport. “Saya tidak membutuhkan perlindungan dari wasit.” Dia menunjuk ke sikunya. “Aku punya ini untuk melindungiku.” “Ah,” jawab wartawan itu. “Menarik”.

Di bawah bimbingan pelatih Swedia Nils Liedholm seorang striker elegan dan kapten Milan pada 1950-an Milan akhirnya kembali ke jalurnya dan, pada akhir 1985, berada di paruh atas klasemen. Di luar lapangan, bagaimanapun, klub berantakan. Jelas Farina tidak memiliki kekuatan finansial seperti yang selalu diklaimnya. Para pemain masih menunggu gaji dibayarkan, sementara di Old Trafford, ketua Martin Edwards semakin khawatir tentang £600.000 yang masih terutang untuk Wilkins. Di bawah tekanan yang meningkat, dan dengan ketakutan yang sangat nyata bahwa klub bisa bangkrut, Farina akhirnya mengumumkan pada Desember 1985 bahwa dia akan menjualnya. Dalam beberapa hari, berita pers mulai muncul mengklaim bahwa Berlusconi akan mengambil alih.

Lahir di Milan pada tahun 1936, mantan penyanyi kapal pesiar, kakap pernikahan, dan penjual dari pintu ke pintu telah mengukir namanya di real estat, menciptakan kota baru Milano Due (pinggiran beton yang suram di pinggiran ibu kota Lombard). Mengalihkan perhatiannya ke media, perusahaan induk Fininvest Berlusconi mulai menanamkan uang ke pasar TV kabel yang sedang berkembang di akhir tahun 1970-an.

Pada tahun 1980 ia membeli hak atas turnamen Mundialito , dimainkan di Uruguay untuk merayakan ulang tahun ke-50 Piala Dunia pertama. Kecocokan ditampilkan di jaringan Canale 5 miliknya dengan slot iklan panjang yang ditayangkan setiap seperempat jam. Pada tahun 1984 dia menjalankan tiga saluran nasional. Setelah memulai diskusi dengan rekan-rekan Farina, tim hukum Berlusconi dikejutkan oleh kondisi akun klub yang berbahaya. Dalam tiga tahun, utang Milan meningkat tiga kali lipat dan polisi keuangan Italia tertarik untuk menyelidiki dugaan penyelewengan dana.

Farina telah melewatkan negara itu, meninggalkan presiden sementara yang malang Rosario Lo Verde, seorang pria necis berusia 71 tahun, untuk berebut di berbagai bank mencoba mendapatkan pinjaman untuk mempertahankan klub. Berlusconi duduk diam, ingin membeli dengan harga murah dan menunggu kesepakatan TV Serie A baru dimulai setelah Tahun Baru. Spanduk mulai muncul di Curva Sud, rumah bagi para ultras klub: ‘Silvio, Milan mencintaimu’, ‘Silvio, selamatkan kami dari rasa malu ini’ dan ‘Silvio, singkirkan masyarakat pencuri ini’. Tawaran 40 juta lira akhirnya diajukan dan, pada 10 Februari 1986, kesepakatan tercapai yang memungkinkan Berlusconi menjadi presiden ke-20 Milan.

Dengan sedikit sisa musim saat ini, Berlusconi dengan cepat berinvestasi pada pemain baru (meskipun tidak sebelum mempersembahkan masing-masing skuad saat ini dengan piala perak Cartier). Ada desas-desus tentang penandatanganan Diego Maradona, tetapi gelombang awal kedatangan semuanya adalah pemain internasional Italia, tidak satupun dari mereka adalah bintang besar tetapi semuanya cukup mahal untuk menaikkan alis. Ada kekhawatiran Milan akan mengganggu pasar transfer, menyebabkan terlalu banyak ketidakseimbangan. Menurut Baresi, setelah lima tahun penuh gejolak dan perjuangan, para pemain menyukainya. “Itu benar. Ada perasaan nyata bahwa pria yang datang ini akan benar-benar mengubah banyak hal; bahwa dia akan dapat membawa kami ke level yang lebih tinggi, untuk membuat kami kompetitif lagi, tidak hanya di Italia tetapi juga di Eropa.”

Pada saat presentasi yang mewah, budaya di klub telah berubah total. Dinamika dan energi komersial baru mulai mengakar. “Saya mengingat hari itu seperti baru kemarin,” jelas Baresi. “Bukan hanya naik helikopter, lebih kepada perasaan bahwa telah terjadi perubahan besar; bahwa segalanya tidak akan sama lagi.” Kampanye publisitas telah berjalan di saluran Fininvest pada musim panas itu. Iklan murahan yang cemerlang adalah Berlusconi klasik, dengan sulih suara yang menyarankan pemirsa memberi diri mereka sendiri “hadiah kecil pada hari Minggu ini, dengan birunya langit, hijaunya rumput, dan merah dan hitamnya Milan baru”. Rekor jumlah pemegang tiket musiman, lebih dari 60.000, menerima tawaran tersebut.

Hateley mencetak satu-satunya gol Milan dalam kekalahan pramusim 3-1 melawan Barcelona, ​​​​tetapi jelas bahwa striker itu tidak disukai. Klub memiliki awal yang buruk untuk musim baru, para penggemar semakin gelisah lagi dan Berlusconi, dengan pertanda akan datang di tahun-tahun berikutnya, mulai menekan Liedholm.

Pada Januari 1987 ada pembicaraan di mana-mana tentang Van Basten dan Gullit. Liedholm dipecat segera setelah itu, digantikan untuk sementara oleh Capello, dipersiapkan sebagai orang perusahaan Milan (“dia bahkan berpakaian seperti Berlusconi,” kata surat kabar La Repubblica ), sebelum Arrigo Sacchi, melakukan keajaiban di Parma, siap untuk mengambil alih. pada musim panas tahun 1987. Dengan perburuan rumah Van Basten di Milan (“Apa yang dia punya yang tidak saya miliki, selain kecepatan?” Attila bergumam pada sebuah majalah Italia), sudah waktunya bagi Hateley untuk bergerak, tepat di seberang perbatasan ke Monaco.

Berlusconi setidaknya memilah-milah keseimbangan yang luar biasa di rumah mewah sang penyerang di dekat Danau Maggiore, setelah Farina gagal membayar sewa (orang Inggris yang malang itu sebenarnya diusir pada satu tahap oleh pemiliknya yang jengkel). Setelah pertandingan terakhirnya di Meazza, sang striker memasang spanduk di kaki Curva Sud, bertuliskan: ‘Grazie a tutti. Aku mencintaimu Milan. Mark Hateley.’ Berbicara dengan seorang jurnalis Italia di tahun 1990-an, Hateley cukup mencemooh Berlusconi: “Saya mengadakan pertemuan empat mata dengannya di Milanello. Saya masih muda, tetapi saya adalah putra seorang pesepakbola dan saya cukup tahu tentang permainan untuk memahami bahwa yang disebut pesepakbola ini hanya tahu sedikit. Dia ingin menjadi pelatih, dia ingin melakukan segalanya.”

Namun, melihat ke belakang sekarang, tidak ada jejak kepahitan, hanya kebanggaan atas apa yang dia capai. “Milan benar-benar membentuk saya. Saya akan bekerja dengan Liedholm dan Capello setiap sore selama tiga tahun, pada teknik saya, di mana saya seharusnya berada, di mana saya tidak boleh berlari ‘kami memiliki pemain lain untuk berlari ke sana’ yang tidak pernah diajarkan di Inggris. Capello adalah pria yang hebat. Dia hidup dalam perkembangan yang sama dengan kami, jadi kami menghabiskan sedikit waktu bolak-balik. Dia hanya menyukai mentalitas Inggris.”

Sebuah gol kemenangan sundulan dalam derby 1984, ketika ia mengalahkan mantan bek Milan Fulvio Collovati, yang dikenal sebagai Il Traditore (pengkhianat) setelah bergabung dengan Inter ketika Rossoneri terdegradasi pada tahun 1982, memastikan tempat Hateley dalam cerita rakyat klub. Hal ini digarisbawahi pada Derby Milan terbaru, ketika Curva Sud ditutupi dengan koreografi yang menggambarkan gol terkenal pemain Inggris itu.

Sepak Bola Serie A Italia Dibanjiri Uang AS
Klub Pertandingan Sepak Bola

Sepak Bola Serie A Italia Dibanjiri Uang AS

Sepak Bola Serie A Italia Dibanjiri Uang AS – Kepemilikan AS mengubah lanskap sepak bola Italia jadi mulailah perjuangan untuk Serie A untuk mempertahankan apa yang membuat klubnya unik.Pekan lalu, Atalanta beralih dari kepemilikan mayoritas oleh keluarga Percassi, yang kepalanya Antonio Percassi bermain untuk klub saat remaja, ke tangan perusahaan investasi Amerika Bain Capital. Konsorsium, yang mengakuisisi 55 persen saham klub yang saat ini berada di urutan kelima di Serie A , dipimpin oleh Stephen Pagliuca, salah satu pemilik tim bola basket Boston Celtics.

Sepak Bola Serie A Italia Dibanjiri Uang AS

ascolipicchio – Mereka tidak sendirian. Sepak bola Italia pernah ada dalam gelembungnya sendiri, klubnya baik di pusat komunitas lokal, dimiliki oleh tokoh bisnis lokal atau milik keluarga kaya dinasti. Sementara negara Eropa lainnya menerima kepemilikan asing (atau setidaknya modal asing yang diberikannya), Italia menolak. Tidak lagi: setengah dari 20 klub Serie A kini mayoritas dimiliki asing. Sembilan dari 10 pembelian tersebut diselesaikan oleh investor atau konsorsium Amerika Utara. Delapan dari sembilan pengambilalihan terjadi sejak 2018. Demam emas terbalik telah terjadi.

Tidak ada satu jenis pemilik baru. Genoa dibeli oleh 777 Partners, sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Miami. Elliott Management, yang kini memiliki AC Milan, adalah hedge fund. Di Roma, Dan Friedkin adalah pewaris miliarder. Rocco Commisso dari Fiorentina adalah seorang miliarder. Joey Saputo dari Kanada, yang membeli Bologna pada 2014, memiliki pengalaman sepak bola setelah mendirikan Montreal Impact (sekarang Club de Foot Montréal); kebanyakan orang lain tidak.

Kenapa sekarang? Karena klub lain di Eropa menikmati keuntungan dari peningkatan pengeluaran setelah investasi yang cepat, masuk akal jika Serie A pada akhirnya akan menyusul. Saat ambisi meningkat dan kemampuan pemilik saat ini menurun atau tetap sama, permintaan akan strategi alternatif tumbuh. Covid-19 menghantam ekonomi Italia dengan keras , menciptakan peluang untuk menyambut investasi. Itu juga mengurangi potensi harga jual klub di liga di mana nilai klub telah menderita karena salah urus kesepakatan penyiaran.

Baca Juga : Serie B 2010-2011 Divisi Kedua Profesional Calcio Di Italia 

Investor percaya bahwa klub sepak bola Italia tersedia dalam kesepakatan potongan harga. Commisso membeli Fiorentina dengan harga sekitar $170 juta (£127 juta). Robert Platak tertarik dengan Sunderland tetapi kemudian membeli Spezia seharga $25 juta, jauh lebih murah dari harga yang diminta Black Cats. Pertanyaan “mengapa hampir secara eksklusif investor AS?” sedikit lebih rumit. Ini sebagian adalah masalah kesempatan. Tidak banyak klub papan atas papan atas di liga-liga besar Eropa yang akan dijual. Liga Premier sudah didominasi oleh pemilik asing, Bundesliga memiliki aturan kepemilikan terbatas dan beberapa klub papan atas Spanyol terdaftar sebagai asosiasi dengan anggota daripada pemegang saham.

Ada ikatan kekeluargaan juga. Kyle Krause, pemilik Amerika Parma, lahir di Italia. Begitu juga Commisso. Saputo dan Pagliuca lahir di Amerika Utara tetapi memiliki keturunan Italia. Mereka membaginya dengan lebih dari lima persen warga AS. Mengingat hubungan itu, dan tradisi sejarah sepak bola Italia serta budaya penggemar yang menurut orang Amerika sangat menarik, itu menjadi penjualan yang mudah. Tetapi bisnis bisnis adalah bisnis. Perusahaan investasi dan dana lindung nilai tidak membuat keputusan berdasarkan nostalgia atau romansa. Gelombang baru pemilik Amerika Utara melihat Serie A sebagai liga dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar, baik dalam hal pendapatan penyiaran maupun modernisasi stadion yang dapat memicu peningkatan jumlah penonton.

Satu pengambilalihan mungkin tidak membuat banyak perbedaan. Secara massal, mereka percaya bahwa pengambilalihan mereka dapat memicu era baru sepak bola Italia yang sekali lagi memungkinkannya bersaing untuk pemain dan pelatih asing elit dunia. Jika itu memungkinkan mereka membeli rendah dan menjual tinggi, semua orang menang. Setidaknya itulah rencananya. Tahun lalu, ketika Serie A merundingkan kesepakatan hak siar TV domestik baru, mereka menargetkan kenaikan 20 persen tetapi akhirnya menyetujui kontrak dengan DAZN yang menunjukkan kerugian 13 persen. Dengan $995 juta per tahun, kesepakatan itu dikerdilkan oleh Liga Premier dan dengan nyaman dilampaui oleh paket domestik Bundesliga sendiri.

Kesepakatan penyiaran asing juga terpukul. “Itu pasti akan turun jumlah yang layak,” CEO Serie A Luigi De Siervo memperingatkan. Dia terbukti benar. Jika calon pemilik mengandalkan pertumbuhan langsung, mereka kecewa. Ada juga pembicaraan tentang kesepakatan investasi CVC dengan liga secara keseluruhan (mirip dengan yang disetujui di La Liga), tapi itu belum terwujud. Salah satu ambisi langsung pemilik baru adalah memodernisasi atau bahkan membangun kembali stadion yang dibiarkan retak dan runtuh. Banyak yang dibangun untuk Piala Dunia 1990 dan dengan demikian tetap menjadi milik pemerintah dan disewakan kepada klub. Kursi kosong banyak dan fasilitas biasanya jarang. Tetapi birokrasi dan kurangnya infrastruktur telah menghalangi upaya perbaikan.

“Salah satu hal negatif terbesar di Italia adalah situasi infrastruktur,” kata Commisso tahun lalu. “Ini adalah ketidakmampuan orang seperti saya untuk dapat mengatakan: ‘Saya ingin membangun stadion baru sehingga saya tidak hanya dapat memberikan kenyamanan bagi para penggemar kami tetapi juga mengumpulkan lebih banyak uang dari investasi stadion.’ Itu cukup sulit dilakukan di Italia.

” Meskipun kesulitan, tidak ada yang menyerah. Komplotan rahasia pemilik Amerika Utara sangat ingin menekankan bahwa investasi mereka bukanlah keinginan jangka pendek dan mereka tidak pernah mengharapkan pertumbuhan menjadi linier dan tanpa kemunduran. Ada kekuatan dalam jumlah mereka dan mereka mungkin bergabung dengan rekan senegaranya yang melihat nilai dari harga beli yang murah dan potensi pertumbuhan. Tapi itu tetap menjadi studi kasus yang menarik. Ini adalah pergumulan terus-menerus antara model kepemilikan baru yang bertujuan untuk mengubah lanskap sepak bola Italia lebih cepat daripada yang ingin diubah.

Serie B 2010-2011 Divisi Kedua Profesional Calcio Di Italia
Informasi Sepak Bola Seri B Italia

Serie B 2010-2011 Divisi Kedua Profesional Calcio Di Italia

Serie B 2010-2011 Divisi Kedua Profesional Calcio Di ItaliaLiga Serie B menampung 22 klub , adalah liga sepak bola tertinggi kedua di Italia dengan 22 tim. Ini diselenggarakan oleh Lega Calcio. Di akhir musim, tiga tim dipromosikan ke Serie A dan empat tim terdegradasi ke Serie C.

Serie B 2010-2011 Divisi Kedua Profesional Calcio Di Italia

ascolipicchio  – Dua tim teratas secara otomatis dipromosikan. Jika tim peringkat ke-3 unggul 10 poin atau lebih dari tim peringkat ke-4, tim tersebut juga otomatis dipromosikan, jika tidak, tim peringkat ke-3 hingga ke-6 memasuki turnamen playoff untuk menentukan tim lain yang akan dipromosikan. Klub sepak bola Torino Turin , Klub yang berbasis di Turin, Piemonte, didirikan pada tahun 1906. Mereka juga telah memenangkan Scudetto di Seria A sebanyak tujuh kali. Di Eropa, Torino yang paling dekat dengan kesuksesan adalah ketika mereka finis sebagai runner-up di Piala UEFA; ini dicapai pada tahun 1991-1992.

Baca Juga : Las Palmas 1-2 Real Madrid: Gol Menit Terakhir Casemiro Menyelamatkan Zidane

Secara historis, Torino adalah klub kelima yang paling sukses di sepak bola Italia dalam hal kejuaraan yang dimenangkan. Reggina Calcio (Reggio Calabria) , Klub ini didirikan pada 11 Januari 1914 sebagai Unione Sportiva Reggio Calabria dan merupakan klub sepak bola utama kota Reggio Calabria, Calabria, Italia. Reggina Calcio mencapai divisi teratas Italia Serie A untuk pertama kalinya pada tahun 1999 secara bergantian selama bertahun-tahun antara Serie B dan Serie A formal .

Atalanta Bergamasca Calcio (Bergamo) , Klub ini didirikan pada tahun 1907 sebagai perpaduan dari FC Bergamo, Atalanta dan Bergamasca. Nama tersebut diambil dari atlet wanita mitologi Yunani. Dalam hal gelar, Atalanta telah memenangkan satu-satunya trofi mereka, 1963, Coppa Italia. Klub ini hanya memiliki sedikit performa bagus di Eropa, masa terbaiknya berakhir di semifinal Piala Winners pada tahun 1988; pada tahun 1991 Atalanta mencapai perempat final Piala UEFA.

Associazione Calcio Siena , Klub ini dibentuknya pada tahun 1904 di Siena (Italia) dan saat ini bermain di kejuaraan sepak bola Serie A Italia, setelah tiba disana pada tahun 2003 untuk pertama kalinya Warna tim Siena adalah putih dan hitam. Stadionnya bernama Stadio Artemio Franchi, meskipun kapasitasnya hanya 15.725 dan terletak di Siena, sedangkan senama yang lebih terkenal terletak di Florence.

Associazione Sportiva Livorno, Calcio adalah klub sepak bola Italia dari Livorno, Tuscany. Klub ini didirikan pada tahun 1915 dan saat ini bermain di Serie A Italia, yang baru dipromosikan tahun lalu. Warna tim adalah merah tua atau merah marun (Amaranto, kata Italia untuk nama panggilan tim). Penampilan terbaik mereka di Serie A Italia datang di tempat kedua di musim 1942/43, dengan Livorno bermain erat melawan Turin.

Associazione Calcio (Marche ) , Ancona didirikan pada tahun 1905 sebagai Unione Sportiva Anconitana. Klub ini memiliki beberapa koneksi kepausan. “Ancona Project Soccer” diberkati oleh Paus Benediktus XVI dengan surat yang dikirim oleh Kardinal Tarcisio Bertone kepada Centro Sportivo Italiano. Stadion “Del Conero” dikunjungi oleh Paus Yohanes Paulus II dua kali, di Serie A baru-baru ini pada musim 2003/04.

Unione Calcio Albinoleffe (Bergamo) , Yang terletak di Leffe dan Albino, Bergamo Lombardy, didirikan pada tahun 1998 sebagai gabungan antara tim Serie C2 (divisi keempat) Albinese Calcio dan SC Leffe, masing-masing dari Albino dan Leffe, dua kota tetangga . Albinoleffe sangat dekat dengan Serie A, pada 15 Juni 2007 mereka memainkan pertandingan final (untuk promosi) melawan Lecce tidak mencapai Serie A.

Ascoli Calcio (Ascoli Piceno Marche) , didirikan pada tahun 1898, Ascoli telah berkompetisi selama 16 musim di Serie A sejak 1974, dengan finis ke-5 dan ke-6 yang luar biasa pada musim 1979-80 dan 1981-82. Ascoli juga telah meraih 2 gelar juara Serie B pada 1977-78, dan 1985-86. Musim 1977-78 menghasilkan rekor meraih 61 poin (2 poin untuk satu kemenangan). Ascoli telah berkompetisi di Serie B sebanyak 13 kali, dengan total 5 musim promosi.

Associazione Sportiva Cittadella (Veneto) , Klub ini berlokasi Cittadella, Veneto. Cittadella didirikan pada tahun 1973, setelah penggabungan US Cittadellense dan AS Olympia. Setelah mengalahkan Cremonese di playoff Serie C1/A 2007-08, mereka memenangkan promosi ke Serie B setelah tampil hanya dua kali sebelumnya di divisi tersebut; dari 1999 hingga 2001.

Crotone Football Club (Calabria), Crotone dibentuk pada tahun 1923 dan dipromosikan ke Serie B Italia pada akhir musim 2008/2009. Pada tahun 2008 tim Crotone telah mencapai babak playoff di mana mereka dikalahkan oleh Taranto, mempertahankan selama 3 tahun Serie B berakhir dengan degradasi pada tahun 2007. Crotone mencapai babak playoff lagi pada tahun 2009 dan mendapatkan promosi ke Serie B dengan mengalahkan Benevento.

Empoli Football Club (Toscana),Didirikan pada tahun 1920 dan memiliki pertandingan resmi pertamanya pada tahun 1921. Pada musim 2007-08, klub kota kecil ini berhasil meraih promosi luar biasa ke Serie A. Memainkan beberapa pertandingan kandang pertama mereka di Florence, Empoli’s Football Club Debut Serie A menghasilkan kemenangan 1-0 atas Inter. Empoli menandai debut mereka di Piala UEFA dengan pertandingan dua leg melawan FC Zurich, kalah agregat 4–2.

Frosinone Calcio, didirikan pada tahun 1928 di musim pertama Serie B di antara kemenangan terpenting musim ini adalah kemenangan 2-1 melawan Bolgona dan US Lecce dan kemenangan 1-0 yang mendebarkan melawan AS Bari, di mana kiper Zappino menyelamatkan penalti . Pada 28 Oktober 2006 , Frosinone bertemu dengan raksasa Juventus; gol dari Alessandro Del Piero (ke-200-nya untuk Juve) menentukan pertandingan,.

Unione Sportiva Grosseto , didirikan pada tahun 1912. disebut dengan julukan “grifone”. Grosseto akhirnya memenangkan Serie C1/A menyusul kemenangan tandang 1-0 di Padova di matchday terakhir dengan gol Carl Valeri, mendapatkan tempat bersejarah di Serie B 2007-08, klub memulai sejarah Serie B kampanye pertama mereka dengan tiga kekalahan berturut-turut yang mengecewakan setelah itu Stefano Pioli memimpin tim ke papan tengah.

AS Varese , didirikan pada tahun 1910 sebagai Varese Football Club. Pada tahun 1964, klub varesino telah memenangkan Serie A datang dari Serie C. Tempat ke-7 di Serie A musim 1967/68, adalah penempatan terbaik dalam sejarah mereka. Ada banyak pemain terkenal dalam sejarah kami seperti Pietro Anastasi, Roberto Bettega dan juara dunia bersama Italia di Spanyol 1992 Claudio Gentile dan Giampiero Marini.

Asosiasi Calcio Padua didirikan pada tahun 1910. Kemenangan play-off atas Cesena pada tahun 1994 membuat klub kembali ke Serie A setelah 32 tahun. Secara total, Padua berkompetisi di 11 Kejuaraan Divisi-Divisi Nazionale Prima (finis terbaik di 1922-23, tempat ketiga) dan 16 Kejuaraan Serie A (1914-15 dan 1928-29).

Asosiasi Calcio Padua didirikan pada tahun 1910. Kemenangan play-off atas Cesena pada tahun 1994 membuat klub kembali ke Serie A setelah 32 tahun. Secara total, Padua berkompetisi di 11 Kejuaraan Divisi-Divisi Nazionale Prima (finis terbaik di 1922-23, tempat ketiga) dan 16 Kejuaraan Serie A (1914-15 dan 1928-29).

Piacenza Calcio (Piacenza) , didirikan pada tahun 1919, bermain di Serie B sejak tahun 2003, Piacenza telah memenangkan Piala Anglo-Italia pada tahun 1986. Yang tertinggi yang pernah mereka selesaikan adalah ke-12 di Serie A pada tahun 1997/1998 dan 2001/2002. Mereka menghabiskan sebagian besar sejarah mereka di divisi bawah, menderita degradasi dalam empat dari enam musim pertama Serie B mereka. Mereka pertama kali mencapai Serie A pada awal tahun sembilan puluhan, dan telah tiga kali terdegradasi dari divisi tersebut.

Novara Calcio (1908) , didirikan pada tahun 1919, telah berada di Serie A selama 12 tahun hingga 1955-56, juga 28 tahun di Serie B dengan skor maksimumnya Silvio Piola, selama bertahun-tahun dalam kegelapan tetapi pada musim 2001 2002 tercapai C1 kembali ke sepak bola profesional mempertahankan tim di C1 untuk musim berikutnya, dan musim ini setelah 33 tahun klub Novara memperoleh kualifikasi seri B melawan Cremonese.

Unione Sportiva Sassuolo (Emilia Romagna) , didirikan pada tahun 1922 di Sassuolo. Setelah beberapa tahun dan di bawah pelatih Italia Allegri, Sassuolo dengan cepat menghidupkan kembali harapan mereka untuk akhirnya mendapatkan promosi ke Serie B; ini akhirnya menjadi kenyataan pada tanggal 27 April 2008 , ketika Unione Sportiva Sassuolo memenangkan gelar Serie C1/A, memastikan promosi bersejarah ke Serie B, yang pertama dalam sejarah klub.

Unione Sportiva Triestina (Trieste) , berbasis di Trieste, di wilayah Friuli Venezia Giulia Klub ini didirikan pada tahun 1918. Triestina telah kembali kembali ke Serie B pada tahun 2002 setelah 11 musim di Serie C dan Serie D. Klub mencapai Seconda Divisione ( sekarang dikenal sebagai Serie B) pada tahun 1924. Klub ini berturut-turut tampil di Serie A musim pertama pada tahun 1929, dan bermain berturut-turut ke Serie A Italia sampai tahun 1956.

Vicenza Calcio (Veneto) , Klub ini didirikan pada tahun 1902, Vicenza telah bermain sepanjang tahun 1960-an dan sebagian besar tahun 1990-an di Serie A. Pada tahun 1993 Vicenza dipromosikan ke Serie B, berkat pelatih Renzo Ulivieri. Francesco Guidolin, membawa tim kembali ke Serie A pada 1995, klub memenangkan Piala Italia 1997 setelah menang agregat 3-1 atas Napoli, mencapai semifinal Piala Winners tahun depan, melawan Chelsea FC .

Las Palmas 1-2 Real Madrid: Gol Menit Terakhir Casemiro Menyelamatkan Zidane
Berita Klub Pertandingan Sepak Bola

Las Palmas 1-2 Real Madrid: Gol Menit Terakhir Casemiro Menyelamatkan Zidane

Las Palmas 1-2 Real Madrid: Gol Menit Terakhir Casemiro Menyelamatkan ZidaneReal Madrid kembali dari equalizer terlambat untuk mendapatkan pemenang menit terakhir di Las Palmas. Raksasa Spanyol, yang memiliki peluang untuk mengejar Villarreal dalam perburuan tempat ketiga, tampaknya kehilangan poin ketika Willian Jose menyamakan kedudukan melalui sundulan babak pertama Sergio Ramos hanya empat menit dari waktu.

Las Palmas 1-2 Real Madrid: Gol Menit Terakhir Casemiro Menyelamatkan Zidane

ascolipicchio – Tapi pasukan Zinedine Zidane langsung menuju ujung yang lain dan mencetak gol, Casemiro menuju rumah, untuk mengempiskan Estadio Gran Canaria yang penuh kegembiraan. Tim dari ibu kota telah berjuang untuk menciptakan banyak peluang bersih saat tuan rumah yang bekerja keras membuat mereka menderita. Tapi intervensi akhir Casemiro menyelamatkan wajah mereka pada akhir pekan ketika Barcelona dan Atletico Madrid sama-sama memukul lawan.

Baca Juga : Pembicaraan Dan Pujian Liga Premier Dari Lucescu

1. Zidane menghargai performa bagus Lucas Vazquez

Sementara Rafa Benitez diejek karena kepercayaannya pada beberapa pemain Real Madrid yang lebih ketinggalan zaman, fakta bahwa Zinedine Zidane telah sampai pada kesimpulan yang sama atas orang-orang seperti Casemiro dan Lucas Vazquez bisa jadi cukup jitu.

Sementara Casemiro tidak benar-benar membayar kepercayaan bosnya kepadanya dengan penampilan buruk melawan Roma pada hari Selasa, Lucas Vazquez masuk dari bangku cadangan untuk membuat gol kedua penting bagi Madrid. Itu adalah penampilan bagus terbaru dari pemain sayap yang energik, yang tingkat kerjanya membedakannya dari banyak rekannya yang lebih berprestasi.

Penghargaan Benitez terhadap Vazquez terletak pada fakta bahwa ia akan bertahan serta menyerang, dan ia menampilkan sejumlah penampilan penting selama musim gugur yang dilanda cedera oleh Real Madrid, terutama dalam hasil imbang 0-0 di Paris Saint-Germain. Mungkin jika Karim Benzema dan James Rodriguez telah fit maka pemain Spanyol itu tidak akan mendapat kesempatan, tetapi langkah politik yang lebih mudah adalah memainkan Jese favorit presiden (dan anak kampung halaman).

2. Zizou berubah bentuk lagi

Beberapa media Madrid terkejut bahwa dalam pekerjaan manajerial pertamanya, Zinedine Zidane akan banyak bereksperimen, mengubah formasi dan strategi untuk hampir setiap pertandingan. Tetapi setelah mengikuti pekerjaannya sebagai manajer Castilla, tim kedua Madrid, selalu jelas bahwa Zizou mudah beradaptasi.

Sementara manajer yang lebih berpengalaman dan nyaman mungkin hanya menggunakan susunan pemain standar dan mendukung kualitas ekstra timnya untuk mengalahkan tim kecil seperti Las Palmas, ia melengkapi timnya untuk menghadapi ancaman tertentu dan berbaris dalam 4-1-4- 1.

Kami telah melihat segala macam dari Zidane dalam masa jabatannya yang relatif singkat; termasuk variasi pada 4-3-3 (seperti ini ketika maju), 4-4-2 dan semua penyesuaian menit di antaranya. Setelah memulai waktunya sebagai nomor 1 dengan apa yang pada dasarnya adalah 4-2-3-1 Carlo Ancelotti, pria Prancis itu tampaknya cenderung menggunakan pemegang seperti Casemiro di atas tubuh penyerang ekstra seperti Mateo Kovacic atau Jese.

3. Hukum Exbites Madrid

Di Spanyol dan Amerika Latin ada perlakuan yang sangat mencurigakan terhadap mantan pemain. Mereka mendekati tindakan seorang pemain yang mencetak gol melawan mantan majikan mereka seolah-olah itu semacam sihir, suatu keniscayaan yang didasarkan pada fakta bahwa seseorang pernah dipekerjakan di tempat lain. Terus terang itu omong kosong dan, paling banter, psikologis tetapi mantan pemain Madrid Willian Jose jelas bermain seolah-olah dia dirasuki oleh ilmu hitam, memberi Sergio Ramos waktu yang panas.

Fakta bahwa mengganggu Ramos tidak begitu sulit untuk dilakukan lagi mungkin merupakan diskusi untuk lain waktu, tetapi pemain Brasil itu mengganggunya ketika tanpa bola dan kemudian berlari melewatinya dengan itu saat Las Palmas membuat hal-hal yang sama tidak nyamannya bagi Madrid seperti yang mereka lakukan. untuk Barcelona bulan lalu. Dan ketika penyelesaian indah Willian Jose melayang di atas Keylor Navas yang tak berdaya dengan empat menit tersisa, Madrid tahu mereka telah disengat oleh ekor la ley del ex (hukum mantan).

4. Las Palmas bisa menjadi contoh

Dalam liga yang semakin dibanjiri dengan impor asing (terdengar akrab?!) itu hebat untuk melihat Las Palmas memainkan sisi yang menampilkan lima starter dari pulau dan lima lagi di bangku cadangan. Klub-klub besar di Spanyol telah menambang pulau-pulau terpencil Spanyol untuk bakat seperti yang mereka miliki di setiap sudut lain negara, dan Gran Canaria telah kehilangan orang-orang seperti Jese dan David Silva, tetapi Las Palmas bisa bertahan di La Liga dengan skuad yang sangat lokal, dan itu prestasi yang patut diacungi jempol.

5. Madrid menang bukan karena kualitas, tapi hati

Sundulan babak pertama Sergio Ramos tampaknya cukup sampai tendangan Willian Jose di gigi.Tapi Zidane hanya bisa senang dengan respon dari timnya, yang langsung naik ke ujung yang lain dan mencetak gol kemenangan dengan satu menit tersisa.Bahwa Casemiro yang banyak difitnah mendapat gol setelah manajernya bertaruh untuk memasukkannya akan membuat semuanya menjadi lebih manis. Saat yang tepat baginya untuk mencetak gol pertamanya di Madrid.

1 2 3 7